Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Kebenaran Bahan pada Obat Herbal

2 Comments


Kebenaran bahan sangat penting dalam obat herbal. Karena beda bahan maka beda juga kandungan kimia berkhasiat. Walau masih dalam satu genus, kadang kandungan kimia berbeda dan efek yang dihasilkan juga berbeda, misal pada lempuyang. Beberapa tanaman juga berbeda dalam hal persentase kandungannya, misal kandungan curcuminoid pada temu lawak dan kunyit. Berikut penjelasannya.

Daun dewa dan sambung nyawa

Orang sering tertukar dengan 2 tanaman di atas karena meamng memiliki sifat yang mirip. Daun dewa nama latinnya adalah Gynura pseudocina, sedangkan sambung nyawa adalah Gynura procumbens. Daun dewa tumbuh tegak, tepi daun berombak, permukaan berbulu, tidak untuk lalapan, dan bisa digunakan untuk berbagai penyakit. Daun sambung nyawa: tumbuh merambat, tepi daun bergerigi, tidak berbulu, bisa untuk lalapan, dam khasiat sebagai kemoprevensi kanker.

Daun dewa (Gynura pseudocina)

Daun sambung nyawa (Gynura procumbens)

Kunir putih dan temu mangga

KUNIR PUTIH TEMU MANGGA
Curcuma zedoaria Curcuma mangga
Bentuk spt kunyit, dg bulatan akar Bentuk spt kunyit dg  dg bulatan akar
Warna bagian dalam kekuningan Warna bagian dalam kekuningan
Bau dan rasa agak pahit Bau mangga, agak pahit
Jika dikonsumsi segar bisa mengakibatkan pembengkakan lambung Konsumsi segar aman
Sebagai anti kanker Sebagai anti kanker

Lempuyang emprit, lempuyang gajah, dan lempuyang wangi

Emprit Gajah Wangi
Kecil Besar Sedang
Patahan kuning Kuning Putih
Pahit Pahit Tidak pahit
Pemacu nafsu makan Pemacu nafsu makan Pelansing

Lempuyang emprit dan gajah berkhasiat sebagai pemacu nafsu makan sedangkan lempuyang wangi berkhasiat sebagai pelangsing. Sama-sama lempuyang tapi khasiatnya bertolak belakang.

Kunyit dan temulawak

Kandungan utamanya adalah curcuminoid, yaitu senyawa curcumin dan turunannya (desmetoksicurcumin dan bisdemetoksicurcumin). Mereka hanya berbeda pada substituen R.

Di antara ketiga kandungan tersebut ternyata memiliki efek farmakologis yang berbeda. Senyawa curcumin (C) dan demetoksicurcumin (DMC) memacu produksi cairan empedu, sedangkan bisdemetoksicurcumin (BDMC) menghambat produksi cairan empedu. Jika cairan empdu meningkat, maka dia akan mengikat kolestrol sehingga kadar kolestrol turun. Kunyit memiliki ketiga curcumin tsb dengan kadar masing-masing 70%, 22%, dan 8%, hal ini berkebalikan dengan bengle yang justru kandungan BDMC kandungannya yang tertinggi. Temu lawak hanya memiliki 2 (curcumin dan demetoksi) sehingga temu lawak lebih cocok sebagai obat antikolestrol. Namun kunyit bisa juga digunakan, namun dengan teknik ekstraksi tertentu sehingga senyawa bisdemetoksi bisa dihilangkan.

Kandungan curcuminoid menggunakan metode HPLC-photodiode array hasilnya adalah 0.18-0.47% untuk Curcuma mangga, 0.98-3.21% untuk Curcuma heyneana, 0.02-0.03% untuk Curcuma aeruginosa dan 0.40% untuk Curcuma soloensis (Bos et al., 2007).

Referensi:

Pramono, S., 2011, Pemanfaatan tanaman obat untuk kesehatan, kuliah fitofarmaka S2 Ilmu Farmasi

Bos R, Windono T, Woerdenbag HJ, Boersma YL, Koulman A, Kayser O., HPLC-photodiode array detection analysis of curcuminoids in Curcuma species indigenous to Indonesia., Phytochem Anal. 2007 Mar;18(2):118-22

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

2 thoughts on “Kebenaran Bahan pada Obat Herbal

  1. mksh info y,lnjtkn…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s