Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Nasi Goreng Kantor Notaris-Kotabaru

3 Comments


Kala itu cerah, bunderan UGM masih ramai dengan putaran searah jarum jamnya yang belum berubah. Memasuki jalan Cik Di Tiro melewati kantor PP Muhammadiyah yang ada counter mundur hari (jadi saksi bisu waktu terus beputar). Lampu merah menyala di perempatan Gramedia, seorang polisi dengan seragam lengkap, berdiri tegap, di dadanya tertulis nama “WIBAWA”. Terkenal jujur dan tidak berpindah walau panas dan hujan, opppss.. patung Polan ternyata.

Detik ke 5, terus mundur sampai akhirnya lampu hijau menyala. Spontan deretan motor berbagai plat, plat BE juga beriringan memasuki jalanan rimbun khas kawasan Kotabaru. Pemandangan di Stadion Kridosono terkenal dengan mural yang menghiasi dindingnya, sederetan sampah visual menghadang di lintasan ke arah SMP 5. Terus berputar, ambil belokan di sebelah gedung Pamungkas, sampailah di pertigaan Kantor Notaris, di depannya nongkrong nasi goreng sapi Kanot (kantor Notaris). Ramai? Tentu saja. Enak sih. Walo kalah rame dengan nasgor depan SMA 3, namun warung nasi goreng ini sudah punya pelanggan tersendiri, termasuk saya. Apa aja yang menjadi keunggulannya?

Dimasak fresh, bukan diangetin seperti nasgor kebanyakan. Dan emang benar, rasanya juga berbeda. Di masaknya aja di atas tungku arang, bukan kompor minyak tanah ato gas. So, hasil masakan benar-benar khas nasgor, gak ada kontaminasi dari bahan bakar minyak. Nasi juga di tempatkan pada tenggok bambu yang bersih, dan baru di masak (baca:goreng) sesuai pesanan, sehingga ketika di santap masih panas dan nikmat.

Bumbu minyak Samin, minyak nabati cap Onta sungguh khas. Saking khasnya, dari tempat parkiran pun sudah tercium bau minyak ini. Aroma istimewa yang dihasilkan pun membawa cita rasa yang berbeda dengan nasi goreng warung lain.

Daging beneran, bukan jeroan, ati, ato campuran daging “palsu”. Inilah pilihan yang mereka tawarkan, beberapa bongkah irisan daging sapi yang benar-benar bisa dilumat seratnya hadir menghiasi nasi goreng. Ditambah sajian khas acar, beberapa cabai hijau mentah, emping mlinjo di tepian piring, hmm…..

Dan tak kalah penting adalah: kualitas rasa premium, namun kita membayarnya dengan harga yang PAS tanpa harus menipiskan dompet. Cukup Rp 9000, sudah termasuk es teh dengan porsi yang wuah..wuah..melimpah. Dijamin kenyang keluar dari tempat ini, setara porsi Jumbo SMA 3, yang di sana kita harus merogoh kocek sampai 11.000.

Tapi apa 9000 cukup? Gak kayaknya. Soalnya di sana ada banyak bgt penyanyi jadi2an “Permisi mas, ewer…ewer….Wahai bulan separuh …” Wado, paling takut kalo ketemu makhluk ginian. Kudu nyiapin duit lebih buat para pengamen dan parkir motor. Siapa yang sudah ke sana, dan apa komentar Anda?

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

3 thoughts on “Nasi Goreng Kantor Notaris-Kotabaru

  1. kapan nih makan2 lagi mas

  2. enaaaaaak..
    ayo mas mok kita kesanaa😀

  3. pernah sekali diajak kamu to mok, not bad…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s