Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Terapi Asam Nukleat

3 Comments


Pada dasarnya, ada dua macam terapi asam nukleat yaitu terapi gen dan terapi antisense.

Terapi antisense

Prinsip dari metode ini adalah menghentikan proses ekspresi gen. Antisense adalah untai tunggal DNA yang dapat berhibiridisasi dengan untai DNA yang berfungsi sebagai template dalam proses transkripsi. Mengapa dikembangkan metode terapi antisense? Karena diwasa ini banyak dijumpai penyakit yang disebabkan over ekspresi gen, misalnya:

  1. ekspresi onkogen. Onkogen adalah gem yang memacu proliferasi sel yang pada akhirnya dapat menginduksi timbulnya kanker. Contoh: c-myc, ras.
  2. over ekspresi sitokin
  3. over ekspresi sitokin akan menyebabkan penyakit autoimun, misalnya pada penyakit lupus erimatous, psoriasis (pengelupasan kulit kepala)
  4. over ekspresi angiotansinogen yang bisa menyebabkan hipertensi.
  5. over ekspresi gen-gen infeksi, seperti gen virus atau over ekspresi toksin, misal toksin Chorinobaterium tetani.

Keuntungan penggunaan terapi antisense:

  1. Toksisitasas mininimum. Asam nukleat merupakan substansi yang telah ada di dalam tubuh. Jadi penggunaan asam nukleat dalam terapi kemungkinan kecil akan menghasilkan reson imun.
  2. Spesifitas tinggi spesifitas ini tergantung pada panjang fragmen yang digunakan, semakin panjang frgamen maka makin spesifik. Misalnya jika digunakan fragmen dengan 5 basa maka kemungkinan muncul fragmen yang dikenali 1 dalam 45 yaitu setiap 1024 basa. Jika digunakan 20 basa akan lebih spesifik lagi karena fragmen yang sama baru akan muncul setelah 420 basa.
  3. Konsentrasi oligonukleotida yang dibutuhkan kecil, hanya dalam konsetntrasi nM sudah cukup. Karena konsentrasi kecil maka maka kemungkinan salah target atau timbulnya efek samping juga kecil.
  4. Oligonukleotida juga mudah diproduksi

Kekurangan terapi antisense:

  1. Fragmen oligonukletida sensitif terhadap nuklease karena fragmennya cukup panjang sehingga mudah dikenali nuklease.
  2. Waktu paruhnya pendek hanya sekitar 15 menit, sehingga diperlukan modifikasi untuk memperpanjang waktu paruh.
  3. Uptake sel rendah, kecepatan pengambilan antisense oleh sel rendah
  4. Inaktif jika digunakan per oral

Usaha untuk memperpanjang waktu paruh:

Untuk meningkatkan efektivitas terapi dapat dilakukan, modifikasi rantai samping gugus pospat. Penggantian salah satu atom oksigen pada gugus pospat (P) dengan gugus lain akan meningkatkan waktu paruh. Substitusi tertutama dengan atom S yang bisa meningkatkan waktu paruhnya hingga 24 jam. Penggantian dengan gugus lain tidak begitu sering dilakukan karena timbulnya beberapa masalah.

Jenis-jenis antisense:

1.Antisense oligonukleotida

Antisesense oligonukleotida adalah nukleotida yang merupakan antisense dari gen yang akan diekspresikan.

Oligonukleotida yang digunakan adalah antisense mRNA. Nukleotida ini akan berhibridaisasi dengan mRNA hasil transkripsi sehingga mRNA tersebut tidak bisa ditranslasi karena dalam bentuk double strand, padahal untuk bisa ditranslasi harus single strand.

Karena berupa mRNA maka setelah bekerja akan didegradasi. Jadi, pada terapi antisense oligonuklortida harus diberikan secara kontinu.

2. Sekuen antigen

Pada terapi ini nukleotida yang digunakan dalam bentuk DNA yang mempunyai urutan basa kebalikan dari gen yang akan dihentikan ekspresinya.

DNA (antisense) yang digunakan mengandung promoter, jadi juga dapat mengalami transkripsi. mRNA tyang dihasilkan akan berhibiridisasi dengan mRNA hasil transkripsi dari gen yang akan dihambat. Hibridisasi mRNA ini meyebabkan proses translasi tidak bisa berjalan. Pada metode ini antisense dalam bentuk DNA sehingga tidak perlu diberikan secara terus menerus karena di dalam sel, DNA tersebut dapat mengalami transkripsi menghasilkan mRNA.

3. Ribozim

Ribozim adalah enzim yang memotong rRNA (ribosomal RNA) sehingga proses translasi terhambat dan sintesis protein tidak bisa berjalan. Contoh ribozim adalah RIP (Ribosome Inactivating Protein).

RNA interference (RNAi) adalah RNA pendek (sRNA dengan panjang 21-28 nukleotida). RNAi adalah mekanisme dalam sel eukariotik untuk menekan ekspresi gen yang menentukan keputusan nasib sel dasar yaitu diferensiasi dan kelangsungan hidup. sRNA meliputi siRNA dan miRNA.

Bacaan lebih lanjut:

Laksmitawati dan Prijanti, Penghambatan ekspresi gen dengan antisense oligonukleotida sebagai upaya pengobatan penyakit, 1145-2375-1-SM

2006211048137844140106September2013

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

3 thoughts on “Terapi Asam Nukleat

  1. Nice. Tapi kalo boleh tahu, sumbernya dari mana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s