Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Cara Menulis Ilmiah

Leave a comment


Sumber inspirasi tulisan dari kuliah Seminar yang disampaikan oleh Dr. Roni Martien, 20 Oktober 2010.

Menulis adalah aktivitas yang sering dilakukan orang, baik menulis di catatan kuliah, menulis di blog, atau menulis laporan. Ada berbagai macam tulisan, salah satunya adalah menulis ilmiah. Contoh tulisan ilmiah misalnya skripsi, tesis, publikasi, karya ilmiah, dsb. Susahkah menulis ilmiah? Yah bisa dibilang begitu, ada beberapa sistematika yang harus dipatuhi. Misalnya masalah sistematis, penulisan referensi, penulisan gambar, tabel, dsb.

Memang ada berbagai trik, dan untuk hal ini diperoleh dengan cara latihan secara rutin. Bagaimana menghasilkan tulisan yang berbobot tanpa pembukaan yang bertele-tele, itulah salah satu “seni” dalam menulis ilmiah.

Ada bagian-bagian dalam tulisan ilmiah, secara umum yaitu: judul, pendahuluan/latar belakang masalah, permusan masalah, tujuan, manfaat, tinjauan pustaka, landasan teori, hipotesis, metodologi, hasil, pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka/referensi.

Untuk bahasan tiap point tentunya panjang dan syarat aturan, kali ini akan saya bahas tentang penulisan daftar pustaka. Referensi dalam jurnal versinya bisa berbeda satu sama lain, aday sistem Harvard, Vancouver, dan masih banyak lagi. Aturan yang tidak boleh dilanggar pada bagian ini adalah apa yang tertulis di naskah, harus ada di daftar pustaka. Misal:

Ekstrak solanum nigrum memodulasi sel kanker payudara t47D pada fase S (Sadimin et al., 2010).

Maka pada Daftar pustaka harus ada referensi Sadmin, S., 2010, judul dst.

Jangan sampai di naskah ada tapi di Dapus tidak ada, atau sebaliknya. Kalau naskah seperti itu mau di submit ke jurnal internasional sudah pasti akan direject sebelum di baca orang.

Oleh karena itu, supaya dapus sinkron dengan Dapus maka jangan di tulis manual. Selain repot dan menjemukan, maka dikembangkan berbagai software seperti Bibus (free), Endnote, dan Reference Manager (berbayar).

Impact Factor

Apakah itu? Adalah parameter seberapa banyak jurnal tsb dicitasi oleh pembaca. Rang Impact factor dari nol koma sampai 50an. Saat ini yang tertinggi adalah Science, disusul  Nature, dst. Semakin tinggi impact factor suatu jurnal maka makin sulit masuknya. bersambung

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s