Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Target Aksi Obat

1 Comment


Sel harus menjaga polaritasnya dengan menjaga keseimbangan ion Na+ dan K+ di kompartemen luar dan dalam sel. Jika kanal ion Na+ membuka dan menyebabkan ion Na+ di luar dan di dalam sel berkurang. Karena ion Na+ bermuatan positif, maka dia akan menambah muatan postif di dalam kompartemen intrasel, sehingga perbedaan polaritas menjadi berkurang, misalnya yang semula -80 mV menjadi -40 mV. Berkurangnya perbedaan polaritas pada membran sel antara intra dan ekstra sel ini disebut depolarisasi membran. Depolarisasi ini penting dalam penerusan potensial aksi sepanjang sel saraf karena depolarisasi dapat menyebabkan pembukaan kanal ion Na lainnya yang bertanggung jawab terhadap penerusan impuls saraf di sepanjang akson.

Secara normal, kanal ion K+ selanjutnya akan membuka dan menyebabkan kembalinya polaritas atau repolarisasi. Tetapi jika kanal K+ membuka secara berlebihan, maka ion K+ akan keluar, dan menyebabkan kompartemen di dalam sel semakin negatif sehingga perbedaan polaritas meningkat. Meningkatnya perbedaan polaritas ini disebut hiperpolarisasi membran.

Hiperpolarisasi juga dapat terjadi jika kanal Cl- di permukaan sel membuka. Ion Cl- yang bermuatan menjadi lebih negatif dan meningkatkan perbedaan potensial membran antara ekstrasel dan intrasel. Jika depolarisasi menyebabkan penerusan potensial aksi sepanjang sel saraf, maka hiperpolariasi menyebabkan penghambatan penerusan potensial aksi tersebut sehingga menghasilkan efek-efek depresi sistem saraf pusat.

Target aksi obat ada macam-macam. Berikut ulasannya.

I. KANAL ION

Kanal ion Na+

Kanal ion Ca2+
Kanal ion Cl-

II. ENZIM

III. TRANSPORTER

1. Transport Pasif

  • uniport
  • simport
  • antiport

2. Transport Aktif

  • Na+/K+-ATPase
  • Ca2+-ATPase
  • H+/K-ATPase

III. RESEPTOR

A. LIGAND-GATED COUPLED RECEPTOR (Reseptor kanal ion)

1. Reseptor asetilkolin nikotinik

  • antagonis
  • agonis

2. Reseptor GABAA

3. Reseptor Glutamat (ionotropik)

  • reseptor N-methyl D-aspartat (NMDA)
  • reseptor α-amino-3-hydroxy-5-methyl-4-isoxazile propionic acid (AMPA)
  • reseptor kainate

4. Reseptor 5-HT3 (serotonin)

B. G-PROTEIN COUPLED RECEPTOR (Reseptor yang tergandeng dengan protein G)

1. Reseptor asetilkolin muskarinik

  • reseptor muskarinik M1
  • reseptor muskarinik M2
  • reseptor muskarinik M3
  • reseptor muskarinik M4 dan M5

2. Reseptor adrenergic

  • reseptor α-1 adrenergik
  • reseptor α-2 adrenergik
  • reseptor β-1 adrenergik
  • reseptor β-2 adrenergik
  • reseptor β-3 adrenergik

3. Reseptor Dopamine

dopamine receptor

Cdk5 Modulates Cocaine Reward, Motivation, and Striatal

Diagnosis and Initial Management of Parkinson

Monoamine oxidase youdim

Retroperitoneal Fibrosis Secondary to Pergolide Therapy

4. Reseptor Angiotensin

angiotensin touyz

C. TYROSINE KINASE-LINKED RECEPTOR (Reseptor yang terkait dengan aktivitas kinase)

  1. Reseptor faktor pertumbuhan (growth factor)
  2. Reseptor EGF (Ephitelial growth factor)
  3. Reseptor VEGF (Vascular endothelial growth factor)
  4. Reseptor Sitokin
  5. Reseptor Insulin

D. NUCLEAR RECEPTOR (Reseptor inti)

  1. Reseptor Glukokortikoid
  2. Peroxisome proliferations-activated receptor (PPAR)

Avandaryl_PI

  1. Reseptor estrogen

Lain-lain

pgv-0 alergi

zaitsu 2007 mast cell

Daftar Pustaka

Target aksi obat paten

TARGET AKSI OBAT

Buku kimia organik

tata nama obat generik USAN

tata nama generik usan BARUUUUU!

Rules for Coining Names

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

One thought on “Target Aksi Obat

  1. bisa jd tambahan materi ni,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s