Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Nanoteknologi

Leave a comment


Istilah “nanoteknologi” akhir-akhir ini begitu populer di masyarakat. Teknologi itu bahkan menjadi tren riset dunia, khususnya di negara-negara maju. Eropa dan Amerika merupakan pelopor dalam investasi riset di bidang teknologi tersebut, diikuti Australia, Kanada dan negara-negara Asia, seperti Jepang, Korea, Taiwan, RRC dan Singapura.

Istilah nanoteknologi pertama kali dipopulerkan peneliti Jepang Norio Taniguchi pada tahun 1974 lalu. Nanoteknologi adalah teknologi yang mampu mengerjakan dengan ketepatan lebih kecil dari satu mikrometer (seperjuta meter). Pengertian yang terkandung dalam kata “nanoteknologi” yang berkembang saat ini lebih dari sekadar miniaturisasi dalam skala nanometer (sepermiliar meter), tetapi suatu istilah dari teknologi dengan aplikasi yang sangat luas melingkupi hampir di seluruh kehidupan manusia.

Nanoteknologi adalah suatu teknologi material yang berkaitan dengan penciptaan benda-benda kecil dalam ukuran nanometer serta pemanfaatannya bagi kehidupan masa depan yang lebih efisien. Teknologi nano merupakan suatu teknik dan metoda yang digunakan untuk mempelajari, mendesain, menyusun atau memanipulasi material pada level atom atau molekul, sehingga dihasilkan materi dengan sifat dan fungsi baru. Sifat materi yang dapat direkayasa antara lain kekerasan, kelenturan, umur bahan, sifat magnetik, katalistik, efisiensi sifat, elektrik atau optik, dll.

Keuntungan model nano dalam sistem penghantaran obat antara lain, memperbaiki stabilitas obat dalam penghantaran ke target, mencegah terjadinya pagositosis, memperbaiki transport pasif pembawa obat melewati epitel, perbandingan volume permukaan tinggi, penampakan dan kesesuaian pelepasan obat di tempat kerja (target site).

Teknologi nano dalam bidang farmasi (nanopharmaceutical) sudah dikenal sejak 25 tahun yang lalu, yang dikembangkan dalam bentuk sistem penghantaran obat (drug delivery system), atau produk biologi aktif (biologically active product). Pada sepuluh tahun terakhir telah dikembangkan untuk meningkatkan efikasi sistem sediaan konvensional (tablet, kapsul, supositoria, dll.) yang diberikan dengan dosis ganda (sehari 2-3 atau 4 kali sehari) dengan menggunakan sistem penghantaran obat yang menggunakan ukuran nano, dan diberikan menjadi hanya satu kali pemberian dalam sehari.

Kebanyakan obat memiliki sifat kelarutan dalam air yang rendah sehingga menimbulkan masalah dalam bioavailabilitasnya. Obat-obat yang memiliki sifat stabilitas rendah, bioavailabilitasnya rendah atau toksisitasnya tinggi, dengan menggunakan teknologi nano, efikasi obat tersebut dapat diperbaiki dengan pengontrolan farmakokinetik atau farmakodinamik, toiksisitas nonspesifik, imunogenitas, dan biorecognition. Produk yang dihasilkan berupa obat dengan pembawa nano yang bermacam-macam bentuk pharmaceutical carriernya seperti bentuk misel, kristal cair, nanokapsul, nanospheres, vesichels dan multifungtional dendritic polymer.

Teknologi nano dalam bidang farmasi (nanopharmaceutical) sudah dikenal sejak 25 tahun yang lalu, yang dikembangkan dalam bentuk sistem penghantaran obat (drug delivery system), atau produk biologi aktif (biologically active product). Pada sepuluh tahun terakhir telah dikembangkan untuk meningkatkan efikasi sistem sediaan konvensional (tablet, kapsul, supositoria, dll.) yang diberikan dengan dosis ganda (sehari 2-3 atau 4 kali sehari) dengan menggunakan sistem penghantaran obat yang menggunakan ukuran nano, dan diberikan menjadi hanya satu kali pemberian dalam sehari.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s