Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Water System

3 Comments


Water System yaitu suatu sistem proses pengolahan air yang digunakan oleh perusahaan mulai dari air untuk kebutuhan toilet, produksi, sterilisasi, sanitasi, maupun untuk sistem-sistem lain yang memerlukan bantuan air. Air yang digunakan bisa berasal dari dua sumur artesis dengan kedalaman masing -masing kurang lebih 200 meter. Air hasil olahan water treatment system digunakan untuk proses produksi maupun kegiatan penunjang lainnya.

Water treatment system terbagi menjadi beberapa proses pengolahan:

  1. Raw water (RW) dan Drinking water (DRW)

Air dari sumur artesis dipompakan dengan pompa tekanan tinggi lalu ditampung dalam raw water storage tank. Proses pre-treatment diawali dengan klorinasi untuk membunuh bakteri, menjernihkan dan mengoksidasi logam-logam berat. Selanjutnya air disaring menggunakan sand filter dan dilanjutkan dengan carbon filter. Sand filter berfungsi menyaring partikel tersuspensi dan koloid. Pasir dalam sand filter diganti setiap tahun atau apabila telah mengalami kejenuhan. Carbon filter berfungsi menghilangkan toksin, warna, bau dan rasa serta klorin bebas sisa proses klorinasi. Setelah itu, air disaring dengan menggunakan micron filter (bag filter) 50 µm yang berfungsi untuk menghilangkan partikel–partikel kecil yang terdapat di dalam air dan menyaring sisa pasir dan karbon yang terbawa oleh air.

Air yang telah mengalami proses pre-treatment disebut drinking water. Sebagian drinking waters disimpan dalam ground tank untuk didistribusikan ke beberapa user point (misalnya sanitari dan proses water softener) dan sebagian lainnya ditampung di dalam drinking water storage tank (stainless steel tank) untuk diproses lebih lanjut (PW dan WFI).

2. Softened Water (SW)

Water softening merupakan proses untuk mengurangi kesadahan air (water hardness). Water softener yang digunakan berupa resin yang dapat mengikat ion Ca2+ dan Mg2+. Softened water selanjutnya digunakan sebagai bahan baku cooling water, chilled water dan plant steam.

3. Purified Water (PW)

Purified water diperoleh melalui proses reverse osmosis dan electro deionization dengan menggunakan 2 unit Osmotron® yang dipasang secara paralel. Purified water yang dihasilkan ditampung dalam purified water tank berkapasitas 10.000 liter. Hasil pembuangan dari proses reverse osmosis (consentrate) dialirkan ke drain kemudian ditampung di penampungan sementara sebelum dialirkan ke waste water treatment plant (WWTP). Purified water didistribusikan ke beberapa user point (misalnya untuk pencucian bahan pengemas SVP, pencucian alat produksi dan bahan baku pure steam) dan sebagian lainnya diproses lebih lanjut menjadi water for injection. Untuk mencegah pertumbuhan bakteri, purified water disirkulasi selama 24 jam dengan aliran turbulen menggunakan high pressure pump. Karena purified water tidak disirkulasi dalam keadaan panas, maka perlu dilakukan proses desinfeksi.

Desinfektan yang digunakan adalah ozon yang dihasilkan oleh alat ozone generator. Air yang mengandung ozon tidak dapat digunakan dalam proses produksi karena ozon yang bersifat reaktif akan bereaksi dengan produk, sehingga ozon didestruksi menggunakan lampu UV.

4. Water For Injection (WFI)

Water for injection dihasilkan dari purified water yang mengalami enam tingkat proses destilasi dalam alat WFI multi stage destilator. Proses destilasi berfungsi menghasilkan air yang bebas pirogen. Pada stage pertama, purified water dipanaskan dengan plant steam bersuhu 150ºC sehingga berubah menjadi uap. Pirogen yang memiliki bobot jenis lebih besar daripada air murni akan tertinggal dibawah kolom destilasi, selanjutnya dibuang ke pit sebelum diproses di WWTP . Uap air murni yang terbentuk sebagian dikondensasikan dengan cooling water dan masuk ke kolom destilasi kedua, sedangkan sebagian lainnya digunakan sebagai sumber panas untuk proses destilasi pada kolom – kolom selanjutnya.

WFI ditampung dalam dua buah WFI storage tank, yaitu LVP WFI storage tank yang berkapasitas 12.000 liter dan SVP WFI storage tank yang berkapasitas 5.000 liter. WFI kemudian didistribusikan dalam bentuk hot WFI untuk proses CIP (Clean-In Place) dan cold WFI ke mixing tank untuk proses produksi. Selama penyimpanan, WFI disirkulasi selama 24 jam dalam keadaan panas (75-85°C). WFI dipanaskan dengan plant steam menggunakan Heat Exchanger. Cold WFI diperoleh dari proses cooling dan chilling menggunakan Heat Exchanger.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

3 thoughts on “Water System

  1. pak moko, saya appreciate dengan tulisan bapak mengenai water system, karena saya sedang mengalami kebingungan tentang penempatan praktek apoteker di bagian utility tepatnya tentang water system. Pertanyaan yg masi belum bisa saya pecahkan apa peran apoteker industri farmasi yg ditempatkan di bagian water system? mohon sharingnya pak. trims

  2. wahhh water system rek
    punya sp atau ots?
    jadi ingat presentasi dulu hahaha

    • hei rin, pa kabar. Wah jadi inget waktu ujan2 bikin di kosanmu itu. trus makan bakso pak kumis, kamu yg bayarin. he..he.. Ini bukan Schering ato Otsuka, tp punya Sanve. Xi..xi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s