Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Seven Start Pharmacist

14 Comments


Peran farmasis telah mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam 20 tahun terakhir dan berkembangnya ruang lingkup pelayanan kefarmasia. Dan saat ini dan masa mendatang farmasis menghadapi tantangan untuk dapat  memecahkan berbahagai permasalahan dalam sistem pelayanan kesehatan modern dan mengembangkannnya sesuai perkembangan sistem itu sendiri.

Peran farmasis yang digariskan oleh WHO yang dikenal dengan istilah “seven star pharmacist” meliputi:

1. Care giver

Farmasis sebagai pemberi pelayanan dalam bentuk pelayanan kimia, analisis, teknis, sesuai peraturan perundang-undangan. Dalam memberikan pelayanan, farmasis harus berinteraksi dengan pasien secara undividu maupun kelompok. Farmasis harus mengintegrasikan pelayanannya pada sistem palayanan kesehatan secara berkesinambungan dan pelayanan farmasi yang dihasilkan harus bermutu tinggi.

2. Decision-maker

Farmasis mendasarkan pekerjaanya pada kecukuoan, keefikasian dan biaya yang efektif dan efisien terhadap seluruh penggunaan sumber daya misalnya SDM, obat, bahan kimia, peralatan, prosedur, pelayanan, dll. Untuk mencapai tujuan tersebut kemampuan dan ketrampilan farmasis perlu diukur untuk kemudian hasilnya dijadikan dasar dalam penentuan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan.

3. Communicator

Farmasis mempunyai kedudukan penting dalam berhubungan dengan pasien maupun profesi kesehatan lain, oleh karena itu harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang cukup baik. Komunikasi tersebut meliputi komunikasi verbal, nonverbal, mendengar dan kemampuan menulis dengan menggunakan bahasa sesuai dengan kebutuhan.

4. Leader

Farmasis diharapkan memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan yang diharapkan meliputi keberanian mengambil keputusan yang empati dan efektif, serta kemampuan mengkomunikasikan dan mengelola hasil keputusan.

5. Manager

Farmasis harus efektif dalam mengelila sumber daya (manusia, fisik, anggaran) dan informasi, juga harus dapat dipimpin dan memimpin orang lain dalam tim kesehatan. Labih jauh lagiii farmasis mendarang harus tanggap terhadap kemajuan teknologi dan bersedia berbagi informasi mengenai obat dan hal-hal yang berhubungan dengan obat.

6. Life-long learner

Farmasis harus senang belajar sejak dari kuliah dan menjamin bahwa keahlian dan ketrampilannya selalu baru (up-date) dalam melakukan praktek profesi. Farmasis juga harus memperlajari cara belajar yang efektif.

7. Teacher

Farmasis mempunyai tanggung jawab untuk mendidik dan melarih farmasis generasi mendatang. Pasrtisipasinya tidak hanya dalam berbagi ilmu pengetahuan baru satu samal ain, tetapi juga kesempatan memperolah pengalaman dan peningkatan ketrampilan.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

14 thoughts on “Seven Start Pharmacist

  1. Pingback: to be a farmasis – Judul Situs

  2. Satu lagi entrepreneur mas

  3. Pingback: nine star pharmacist?? | ADI NUGROHO

  4. Kalau ada “NINE STAR PHARMACIST” 2 point yang belum apa”

  5. mksh ats infox,,
    sy mau tanya apa saja tips2 ketika akan mendirikan apotek?? misalnya pertimbngan dari segi lokasi, jenis obat yg akan dijual,,, dsb
    trmksih

  6. moko skrg kan udah 8 star pharmacist tambahin lagi dunk..hehehehe
    klo ga salah inget “researcher”

  7. mas moko keren…tulisannya bagus2…….tularkan ilmumu pada ku mas…
    kayanya nulis tips dan trik nulis di wrdpress bagus juga lho

  8. Sekarang sudah jd sembilan saudara,,,

    • Hah?? beneran bung. aku taunya baru 8. & tadi tambah researcher. 1nya apa lagi donk??

  9. andai semua memiliki seven star pasti keren

  10. thx Mok, syng test CPNSe wis lewat, ak lg moco artikel iki…hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s