Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

All About Flu

1 Comment


Flu dikenal juga sebagai common cold yaitu kumpulan gejala yang ditandai dengan nyeri tenggorokan hingga sulit menelan, bersin-bersin, adanya sumbatan di hidung (nasal congestion), nyeri kepala, dan beberapa individu mengalami batuk.

Masyarakat luas sering keliru menyebut flu sebagai influenza, padahal itu nama yang salah karena influenza disebabkan oleh bakteri Hemophillus influenza. Sedangkan flu disebakan oleh virus-virus rhinovirus yang terdapat dalam lebih 100 jenis. Pada penderita flu, suhu badan tidak mengalami peningkatan yang berarti, namun dirasakan oleh individu sebagai rasa demam. Jika suhu badan diukur dengan termometer, tidak terjadi peningkatan hingga mendekati 38 oC. Gejala utama yang membedakan antara common cold dengan influenza yaitu pada influenza terjadi peningkatan suhu yang berarti (harus diukur dengan termometer) dan adanya rasa lemah, lemas disertai dengan nyeri di seluruh tubuh.

Penularan flu melalui titik-titik air (air droplets) yang diproduksi saat penderita bersin atau batuk-batuk. Gejala pertama kali yang dirasakan penderita biasanya nyeri menelan, diteruskan dengan bersin-bersin. Yang paling berat dirasakan aladah jika sampai tahap munculnya sumbatan hidung yang akibatnya nyeri di kepala.

Batuk tidak selalu muncul, hidung meler karena produksi ingus. Ingus yang menyertai flu di negara tropis berbeda dengan produksi ingus di negara dengan 4 musim. Di negara tropis diawalai dengan produksi cairan biasanya menjelang virus mati muncul ingus yang makin kental.

Di Australia, apalagi bila terjadinya penyakit pada musim dingin biasaya ingus yang kental tidak menandakan masa akhir hidupnya. Sering terjadi hidung masih tersumbat kembali setelah ingus kental. Beberapa penderita yang sensitif dengan hawa dingin, ingus disertai dengan darah kental akibat pecahnya pembuluh darah kecil di rongga hidung.

Kumpulan gejala ini akan hilang sendirinya selama 1 minggu, namun di negara 4 musim bisa mencapai 2 minggu. Bila gejala masih berlanjut sampai lebih dari 2 minggu, harus segera ke dokter karena mungkin sekali terjadi jenis yang lebih parah seperti terpicunya asma pada penderita yang mempunyai asma. Juga pada orang-orang yang mempunyai bronchitis.

Anak-anak usia prasekolah akan mengalami penyakit yang lebih sering dibandingkan anak yang lebih tua atau orang dewasa.

Penyakit ini merupakan penyakit yang disebakan oleh rhinovirus yang bersifat sembuh dengan sendirinya saat virus mati karena masa hidup virus terbatas (self-limiting disease). Sesungguhnya, diperlukan antivirus untuk menghentikan gejala-gejala penyakit ini. Namun karena belum ditemukan antivirus khususnya rhinovirus ini, maka sebaiknya hanya gejala-gejala yang mucul saja yang diobati jika dirasakan menggangu penderita. Jadi, pengobatan ini sifatnya meringankan atau menghilangkan gejalanya saja (simptomatis), tanpa membunh virus penyebabnya (kausatif).

Terapi nonfarmakologi

Karena sumbatan di hidung merupakan gejala yang dirasakan paling menggangu karena mengakibatkan nyeri kepala, maka dapat dilakukan upaya mengurangi dan mengilangkan adanya sumbatan di hidung ini. Caranya dengan menghirup uap hangat yang dihasilkan dari air hangat di wadah bermulut lebar misal panci/baskom, ditetesi dengan beberapa tetes minyak atsiri (minyak mudah menguap), misal minyak mint, minyak kayu putih, minyak adas atau tea tree oil yaitu minyak menguap yang dihasilkan dari penyulingan eucuptus di Australia.

Terapi Farmakologi

Pemakaian obat yang rasional pada dasarnya meminimalisasi pemakaian obat atau kalaupun memakai obat diusahakan yang memberikan manfaat lebih banyak dibandingkan risiko efek samping yang mungkin timbul. Oleh karena itu, tidak semua gejala yang muncul pada flu ini harus diobati dengan obat.

Pemakaian obat tunggal lebih disarankandaripda obat kombinasi. Di Indonesia kecenderungan adanya obat kombinasi yang dipasarkan makin meningkat karena produsen ingin menguasai pasar penyakit segala macam penyakit, namun tidak rasional. Sebaliknya di negara maju seperti Australia, para tenaga medis makin sadar untuk merespkan obat tunggal bukan obat kombinasi.

1. Dekongestan Nasal

Bila gejala utama yang dirasakan mengganggu adalah sumbatan di hidung, dapat mengkonsumsi obat dekongestan nasal/pelega hidung. Obat simpatomimetik adalah pilihan untuk dekongestan nasal. Beberapa di antaranya adalah fenilpropanolamin (PPA), efedrin, pseudoefedrin, napasolin, oksimetasolin, dan xilometasolin. Dekongestan nasal dipasarkan dalam bentuk oral dan lokal (bentuk spray hidung). Obat oral biasanya menggunakan bahan aktif PPA, efedrin dan pseudo-efedrin. Sedangkan bentuk nasal spray adalah sisanya. Namun, ditemukan juga bentuk pelega hidung berbentuk inhaler yang berisi mentol, campor, metil salisilat ditambah minyak atisiri pumilio pine).

Memilih dekongestan nasal

Beberapa ahli farmakologi lebih menyarankan obat oral dibandingkan lokal/semprotan idung karena munculnya efek samping rebound effect pada pemakaian dekongestan nasal yaitu rinithis medikamentosa, yaitu terjadinya peningkatan penyempitan/vasokonstriksi sehingga hidaung mudah tersumbat saat penghentian pemakaian obat berbentuk spray hidung.

Pada tahun 2000-an muncul pelaporan terjadinya efek samping stroke hingga pecahnya pembuluh darah di otak pada pemakaian PPA di Amerika. Lalu bagaimanakah sebenarnya? (baca: artikel Bu Zuliies berikut).

2. Pain killer (obat antinyeri)

Berbagai macam jenis antiyeri dipasarkan, baik dalam bentuk tunggal maupun kombinasi, kombinasi dengan sesama antinyeri maupun zat aktif lain. Ulasan lengkap tentang antinyeri tunggu postingan berikutnya. (Sudah terbit, baca: Obat Flu)

Pain killer, obat dekonestan nasal di pasaran Indonesia

Zat aktif Merek Bentuk sediaan
Xilometasolin Otrivin Nasal spray (Tunggal)
Mentol, campor, metil salisilat, pumilio oil Vicks Inhlaler (kombinasi)
PPA Procold, Decolgen, Sanaflu, Neozep, Sinutab, Allerin, Bodrexin, Contac500, Cosyr, Flucyl, Fludane, Flugesic, Komix, Mixaflu, Mixagrip, Nodrof, Partusin, Rhinotussal, Siladex, Stopcold, Triaminic drops Macem2 (kombinasi)
Pseudo-efedrin Inza, Inzana Tablet oral (kombinasi)
Efedrin Obat generik Tablet oral (tunggal)

3. Obat batuk

Dikenal setidaknya 2 jenis batuk, selengkpanya tunggu postingan berikutnya. (Sudah ada, baca : Obat batuk)

Sumber: Ika Puspitasari, Cerdas mengenali obat dan penyakit

 

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

One thought on “All About Flu

  1. Terimaksih, artikel ini akan banyak membantu orang awam seperti saya yang sering jadi korban iklan.

    kapan untuk obat batuk diposting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s