Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Kuliah Umum bersama Bapak Irwan Hidayat

Leave a comment


Membangun Citra Obat Herbal Indonesia

By : Sarmoko

Novotel Yogyakarta, 8 Mei 2009

DSC01154

Acara di moderatori olah Bapak Sampurno, beliau mengawali dengan pesan bahwa mencari ilmu bisa berasal dari eksplisit knowledge yaitu berasal dari text book dan kuliah, dan yang kedua dari test knowledge yang berasal dari pengalaman orang-orang sukses. Dalam malam hari ini kita akan mendengar cerita dari orang yang berhasil membesarkan nama Sido Muncul manjadi industri Jamu terbaik se-tanah air.

Irwan Hidayat, cucu dari pendiri Sido Muncul adalah orang yang berani menabrak image minuman energi drink yang identik dengan warna kuning dan rasanya asam. Dengan varian rasa dan warna muncullah Kuku Bima Energi yang mampu mencuri market share dari Extra Joss.

JAMU

Industri farmasi ada 2 aliran yaitu aliran kiri dengan ciri obat tradisional dan khasiat dari keterangan empiris saja, sedangkan aliran kanan yaitu industri yang modern, pharmaceutical standard, rasional, ilmiah, melewati uji klinis. Sido muncul hadir dengan aliran tengah dengan konsep: rasional, aman, jujur, terstandardisasi, melewati uji klinis dan toksisitas dan dibuat di pabrik yang GMP.

Cita-cita dari perusahaan adalah bukan meraup keuntungan sebesar-besarnya, namun yaitu bagaimana memanfaatkan kekayaan alam ini mampu membuat masyarakat Indonesia sehat 2010. Peta industri untuk obat herbal, yang ada sekarang adalah dari produsen langsung ke konsumen. Ini berbeda dengan obat sintetik yang telah memiliki jalur yaitu dari produsen, direspkan oleh dokter, disalurkan oleh PBF, ditebus pasien di apotek. Kini, dicoba dibuat jalur mata rantai yaitu dari produsen herbal, dipakai oleh dokter-dokter tradisional China, masuk ke xingse baru masuk ke konsumen/pasien.

Budidaya

Proses standardisasi dimulai sejak budidaya. Untuk tanaman stevia dan kunyit dibudidaya di BPTO, kencur di Boyolali, purwoceng di Dieng. Melibatkan puluhan kelompok tani dan diterapkan keseragaman dalam hal: bibit yang digunakan, masa panen, cara budidaya, cara panen, tempat menanam, dsb. Cabe jawa paling bagus berasal dari Madura, tumbuh di lahan tandus pegunungan kapur. Di sini dipahami bahwa ada nilai-nilai kesuburan dalam tanaman tersebut.

Pengolahan awal

Bahan yang ada di gudang bahan kotor, dianalisis oleh QC untuk mengecek keberadaan aflatoksin dsb. Jika OK maka rilis, jika tidak memenuhi maka reject. Lalu dilakukan pencucian dan masuk ke gudang bahan bersih.

Untuk pembuatan jamu serbuk, ada proses yang namanya frying/pengeringan, lalu grinding, dilewatkan dalam lorong magnet untuk mencegah adanya logam yang terikut, baru di ayak/sieving. Lalu dianalisis QC: aflatoksin, logam berat, dan mikroba-mikroba.

Untuk sediaan cair, dilakukan ekstraksi zat aktif. Ada 2 macam yang biasa digunakan yaitu maserasi/perendaman, dan perkolasi. Untuk pembuatan Tolak Angin, bahan ternyata lebih efektif jika dilakukan perkolasi karena bahan aktif yang tersari lebih banyak. Lalu masuk storage, mixing tank, coolong tank, fill and seal, dan packaging. Di leb QC dilakukan uji kebocoran.

Sido muncul merupakan pabrik jamu pertama yang mendapat sertifikat CPOB, bukan CPOTB lagi. Ini berarti standarnya sudah setara dengan pabrik farmasi modern. Dalam mengembangkan perusahaan dilakukan cara gravitasi. Jadi ditembak adalah orang-orang yang susah terlabih dahulu, semisal kalangan dokter, orang tionghoa, kalangan terpelajar. Jika mereka kena, maka masyarakat di bawahnya akan ngikut gravitasi saja. Semisal majikan yang menyuruh pembantunya untuk membelikan Tolak Angin karena sang majikan sedang sakit. Maka pembantu akan berkata “Lha wong majikan saya aja minumnya Tolak Angin, apalagi saya”.

Semisal dr. Iwan Darmasjah yang terkenal kritis pun didekati untuk mampir ke lokasi pabrik supaya percaya bahwa produk Sido Muncul berkualitas. Jadi yang dilakukan pengusaha adalah memprotek usahanya melalui jalur hukum.

Dalam strategi promosi, dibuat iklan-iklan yang memiliki kriteria sbb:

  1. winning the mind
  2. winning the heart
  3. memanfaatkan momen
  4. partisipasi untuk negeri
  5. memihak kepada yang kurang beruntung.

Winning the mind, dengan membuat percaya orang-orang. Diciptakan dulu persepsinya bahwa Tolak Angin hebat.

Winning the heart, artinya membuat produk yang bermanfaat, memunculkan sinyal-sinyal kesembuhan.

Memanfaatkan momen, misal dipakainya bintang iklan dari pembantu yang mau loncat dari lantai 5 di Malaysia, yang saat itu lagi diperbincangkan. Iklan dengan bintang Mbah Marijan yang fenomenal saat merapi mengeluarkan wedus gembel. Dari Mbah Marijan, mucul ide Minuman Lelaki Pemberani.  Contoh lain, iklan Tolak Angin saat natal, dsb.

Partispasi untuk negeri, yaitu iklan Trully Indonesia. Disaat lagi hiruk-pikuknya kekayaan Indonesia yang dibajak, hadir iklan Tolak Angin yang menampilkan kekayaan budaya Indonesia dari Aceh sampai Papua. Juga iklan buah-buahan yang ditanam dan asli Indonesia mengapa kita tidak bangga memakai nama pepaya bogor, apel malang, salak bali dan bukan jambu bangkok atau pepaya bangkok.

Memihak yang kurang beruntung, bukan sebagai penjilat yang mendukung yang kuat, ini tidak ada isi-nya. Dengan langkah ini membuat orang respek, contoh kentara dalam iklan Laskar Mandiri yang menampilkan pedagang jamu, tukang ojek, tukang semir, dan penjual rokok.

Ada juga bebeberapa alasan dipakainya bintang iklan berikut:

Rhenald Kasali, dikenal sebagai tokoh yang akademis. Diperlukan waktu 3 bulan untuk menerima tawaran ini. Namun pak Irwan merayu dengan : Kapan lagi pak membantu pihak yang kecil, mengeluarkan kami dari lumpur, kasarannya seperti itu. Alhasil selama 1 bulan, di kampus pak Rhenald mendapat julukan baru yaitu Dosen Jamu.

Ari Lasso, sebagai wakil dari orang jawa. Maia Ahmad dari Jawa Timur, Sophia Latjuba dari Makasar, dan Agnes Monica dari Tionghoa. Orang Tionghoa punya kepercayaan yang kuat denga TCM, maka dikenalkan Jamu lewat Agnes. Thomas Djorgi, keturunan ke-4 Dr. Wahidin Sudirohussodo, memanfaatkan moment hari pendidikan nasioanal.

Rieke dan Doni Damara, Chris Jone-yang udah abis kontrak ma Extra Joss pun digarap. Mereka tidak boleh dilupakan karena membawa kontribusi yang besar. Ibarat kalau Anda minum air, jangan lupakan dengan sumbernya.

Perlu catatan, bintang iklan harus minum jamu beneran dan tidak bohong-bohongan. Soalnya bakal ketahuan ma konsumen, mereka punya mata hati, ilmu hati. Harus jujur.

KUKU BIMA, launching tanggal 23 April 2004. Tahun 2005 penjualannya: Januari –April : 1 juta, Mei 2 juta, Juni 5 juta, Juli 10 juta, Agustus 15 juta, November 27 juta, diprediksikan Desember 40 juta. Tapi apa yang terjadi? Cuma terjual 3 juta. Udah keburu bahan baku dibeli banyak. Tahun berikutnya, sedikit iklan lalu tahun 2006 mulai muncul varian rasa. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kesulitan dengan adanya varian rasa yaitu kesulitan di pengadaan bahan baku, terutama essence-nya. Namun, kesulitan ini tidak diketahui oleh Sido Muncul. Jadi ya jalan ngalir aja, bulan ini beli essence anggur 10 juta, ya laku 10 juta; rasa kopi 20 juta eh malah laku 21 juta. Orang beruntung akan lebih sukses dari orang yang pinter. Yang lebih ok lagi, cerdas dan komitmen yang tinggi.

SEE and DO, ketemunya SIDO. Jadi muncul. Makna yang bisa diambil, kalau ada ide segera direalisasikan, kalo kelamaan bisa direbut orang, pokoknya jangan Wait and See tapi see and Do, maka akan Muncul.

Bagaimana dengan life cycle? “Udah 76 tahun tuh Sidomuncul ga  pernah decline. Perlu masuk rekor MURI nih”, gitu guyon pak sampurno. Orientasinya market needs.

Riset pasar, dilakukan langsung turun ke pasar. Dept interview, justru ini yang paling modern. Mendengar langsung keluh kesah dari pedagang. Dasar pembuatan produk baru: kalo saya minum ginian terus, bisa bosen. Analogikan konsumen dengan diri kita, maka perlu varian rasa dan inovasi-inovasi.

Kata-kata bijak yang disampaikan:

Anda harus memahami, Anda bisa kehilangan kesempatan.

AKUR, maka tanah akan menjadi emas.

MENGALAH, akan membawa kemenangan dalam segala hal.

Bangun kepercayaan, jangan dengan uang tapi dengan waktu. Waktu tidak bisa dibeli tapi speed bisa dibeli. Camkan itu.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s