Kenali obat Anda: Angioten, suatu angiotensin receptor blocker (-sartan)


Losartan (misal mereknya Angioten) merupakan salah satu contoh obat dari golongan antagonis reseptor angiotensin II (angiotensin receptor blocker, ARB). Golongan  ini merupakan golongan baru yang bekerja pada sistem renin-angiotensin. Angiotensin adalah hormon peptida yang berasal dari protein angiotensinogen. Sistem angiotensin melibatkan reaksi yang dikatalisis oleh enzim ACE (Angiotensin-converting enzyme). Sistem renin-angiotensin di ginjal berperan dalam filtasi glomerulus.

Angiotensin II memicu proses fisiologis yang menyebabkan kenaikan tekanan darah arteri dan fungsi renal sehingga terlibat dalam patofisiologi berbagai penyakit seperti hipertensi, hipertrofi jantung, gagal jantung, dan penyakit renal diabetik. Contoh obat kategori -sartan yang lain yaitu losartan, irbesartan, kandesartan, valsartan, dll.

Mekanisme aksi molekular ARB

Reseptor angiotensin merupakan keluarga GPCR, suatu reseptor yang terikat pada protein Gq yang mengaktivasi sistem fosfolipase. Jika angiotensin II berikatan dengan reseptornya, maka protein Gq yang teraktivasi akan menstimulasi PLC yang akan memecah fosfoinositida (PIP2) menjadi inositol trifosfat (IP3) dan diasilgliserol (DAG).

IP3 akan memicu pelepasan Ca2+ dari retikulum endoplasma. Selain itu, aktivitas protein G juga memicu terbukanya kanal Ca2+ pada membran sel, yang menyebabkan masuknya Ca2+ ekstrasel ke dalam sel. Ca2+ yang berasal dari RE maupun ruang ekstrasel bersama-sama DAG akan mengaktivasi enzim, termasuk PKC dan calcium-calmodulin protein kinase.

angioten

Gambar 1. Skema reseptor angiotensin dan signal transduksinya.

Berbagai protein selanjutnya akan difosforilasi oleh protein kinase dan memicu berbagai fungsi sel yang terkait seperti vasokonstriksi, aktivasi sistem saraf simpatik, menyebabkan retensi garam dan air, dan melepaskan aldosteron dan kelenjar adrenal.

Pada reseptor angiotensin II terdapat dua daerah tempat angiotensin II atau antagonisnya dapat berikatan. Antagonis reseptor ini (dalam hal ini -sartan) dapat berinteraksi dengan asam amino pada domain transmembran, yang dapat mencegah angiotensin II untuk berikatan dengan reseptornya.

Anatagonisme terhadap angitensin II ini menyebabkan signal transduksi terhenti dan meniadakan efek—efek angiotensin seperti vasokonstriksi, aktivasi sistem saraf simpatik, dll.

Farmakologi losartan

Losartan mempunyai mekanisme kerja selektif dengan cara menghambat Angiotensin II pada reseptor AT1, dapat meningkatkan PRA (Plasma Renin Activity) dan menurunkan aldosteron sebesar 74%. Efek antihipertensinya 24 jam dengan dosis satu kali sehari tanpa mempengaruhi denyut jantung.

Selain dapat menurunkan tekanan darah juga dapat menurunkan kadar asam urat dengan meningkatkan ekskresi asam urat melalui urin. Losartan meningkatkan kadar bradikinin sehingga tidak menimbulkan efek batuk.

Pemberian bersama-sama dengan makanan tidak akan mempengaruhi absorbsinya, sehingga dapat diberikan sebelum dan sesudah makan. Pemakaiannya juga dapat dikombinasikan dengan obat penurunan tekanan darah lainnya seperti HCT.

Apakah kegunaan Angioten?

Angioten yang mengandung losartan diindikasikan untuk terapi hipertensi.

Angioten tidak direkomendasikan dipakai untuk siapa?

  • Losartan dikontraindikasikan untuk penderita yang hipersensitif terhadap losartan.
  • Tidak dianjurkan pemberian untuk wanita hamil dan anak-anak.

Apa yang harus saya perhatikan selama menggunakan Angioten?

  • Dianjurkan dosis awal yang lebih kecil untuk pasien dengan risiko hipotensi atau gangguan fungsi hati.

Bagaimana aturan pakai Angioten?

Pemberian losartan dimulai dengan dosis 50 mg sekali sehari. Dan dapat ditingkatkan hingga 100 mg sekali sehari. Tidak perlu penyesuaian dosis pada orang tua maupun gangguan ginjal.

Referensi

Advertisements

7 thoughts on “Kenali obat Anda: Angioten, suatu angiotensin receptor blocker (-sartan)

  1. Saya dengar harga angioten agak mahal, apakah ada obat generiknya, sehingga bagi saya yang berpenghasilan kecil dapat terjangkau. Terima kasih !

    1. Ibu Noerma, obat ini idak dianjurkan pemberian untuk wanita hamil dan anak-anak.

  2. Pada saat kontrol tensi saya 170/100 meskipun sudah konsumsi Tensivask 5mg. Pada saat itu terasa nyeri di dada kiri dan lengan kiri. Dokter memberikan Angioten 50 mg kombinasi dengan Tensivask 10 mg. Olah raga tetap saya lakukan 1 jam, frekuensi 3 x 1 minggu. Setelah konsumsi rasa nyeri hilang, tetapi badan menjadi lemas dan terasa kantuk, dada kiri tidak nyaman. Tiga hari kemudian di tensi ulang 140/100. Kenapa turunnya lambat dan apakah ada efek samping ? Mohon penjelasannya.

  3. sampai berapa lama bisa konsumsi angioten .
    bgmna pengaruhnya pada ginjal
    apa boleh diberi sama2 mantate 5 tablet

  4. Saya diberi Angioten 50mg; bersamaan dengan dilbloc 6.25mg.
    Pada saat kontrol tekanan darah saya 140/100.
    Sudah 4 hari ini saya minum kedua obat itu, tetapi tekanan darah masih cukup tinggi 135/96 (saya ukur tekanan darah dengan alat digital).
    Kenapa masih belum turun juga ya Dok …
    Hasil cek darah saya Limposit-nya tinggi 54 (saya lupa satuannya apa) apakah ini berbahaya.
    Mohon penjelasannya.
    Terima kasih
    Widi – Jakarta 19 Mei 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s