Cara mencari informasi obat off-label

Cara mencari informasi obat off-label


Last update: June 12, 2018

Seorang pasien datang ke apotek untuk menebus resep. Di apotek, apoteker kebingungan karena obatnya tidak familiar dan tidak tersedia di apotek. Atau, ada obat yang “sepertinya” tidak sesuai dengan kondisi penyakit pasien. Jangan judge dulu dengan memberikan konseling pada pasien yang justru konselingnya malah salah, gara-garanya apotekernya ga update informasi.

Sebuah diskusi seru di group Belajar Farmasi Klinik, sang admin yang baik hati membuka wawasan baru kepada anggota group. “Teman sejawat dokter complain berkaitan dengan KIE yang diberikan di apotek, yang justru menurunkan compliance pasien. Ini berkaitan dengan sebagian besar obat yang saat ini penggunaannya sudah berkembang jauh sesuai dengan kemajuan terapi, seperti:

  • penggunaan prednison 60 mg untuk satu kali minum pada anak dengan sindrom nefrotik
  • captopril 50 mg 3×1 pada pasien dg tensi 110/50 atau lebih rendah untuk mengatasi regurgitasi katup mitral
  • allopurinol untuk pencegahan sindrom lisis tumor pada terapi kanker darah
  • dan masih banyak lagi contoh yang lain

Terapi tersebut telah ada evidence base-nya dan rasional. Tetapi sering di apotek dijelaskan overdosis atau untuk darah tinggi dll.

Seyogyanya apoteker menghubungi dokter terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan, dan sekiranya hal seperti ini juga diinfokan kepada asisten apoteker di apotek agar bijak dalam memberikan KIE”.

—————— // ————————-

Sedikit miris, profesi apoteker tertinggal jauh di belakang dalam hal pengetahuan obat, yang sejatinya dialah profesi yang mumpuni dalam hal informasi dan perkembangan obat.

Apa masalah utamanya? Apotekernya sibuk, sehingga lupa baca Cochrane, MedScape, UpToDate, atau DynamedPlus. Mari banyak membaca ya teman-teman.

Penggunaan obat tidak biasa (off-label)

Banyak kasus di mana obat-obat yang biasa kita kenal, namun tidak lazim penggunaannya. Ini bukanlah daftar lengkap (Tabel di bawah, sebagai lampiran), dan sebenarnya sudah lumayan usang. Tapi tidak apa-apa sebagai info awal.

Sebenarnya dari daftar berikut ada syarat dan ketentuannya. Misal aspirin diindikasikan sebagai trombolitik dengan kadar yang dipakai kurang dari 100 mg. Biasanya dosis 500 mg untuk analgesik.

Kembali ke masalah utama dan judul artikel ini, bagaimana mencari informasi obat? Berikut beberapa sumber yang bisa diandalkan:

#1 drugs.com

Informasi di sini lengkap sekali, karena berisi berbagai referensi informasi obat mainstream seperti dari Lexicomp, AHFS, dan insert obat yang telah disetujui FDA. Bagaimana cara aksesnya? Kunjungi website, ketik obat, dan jangan lupa, pilih “Professional”.

Screen Shot 2018-06-13 at 1.17.59.png

Silahkan pilih sumber yang mau dipakai, terserah sesuai minat mau pakai AHFS, insert FDA, atau A-Z Drug Fact (yang tak lain adalah Lexicomp).

Screen Shot 2018-06-13 at 1.23.27

#2 MerckManual Profesional

Ini juga bagus, mereka mengambil dari Lexicomp. Dan benar, di sini disediakan informasi off-labelnya. Keren ya, gratis lagi, tanpa perlu langganan Lexicomp yang mahalnya bisa sampai ratusan juta. (Oya, pastikan gunakan link di atas, bukan yang msdmanual ya!)

Screen Shot 2018-06-13 at 1.24.26.png

Silahkan lihat kolom paling kiri, lengkap sekali bukan? Dan tak ketinggalan, informasi penggunaan off-labelnya juga ada.

Selain itu, yang menarik adalah bagian Interaksi Obat. Ada grade-nya: A, B, C, D, X berdasarkan keparahan. Ini jadi cocok juga untuk sumber acuan skripsi/ tesis kalau penelitiannya tentang interaksi obat.

Screen Shot 2018-06-13 at 1.27.48

Halaman di atas juga bisa diakses di drugs.com. Caranya, setelah memasukkan kata kunci obat dan pilih profesional, pilih A-Z Drug Fact.

Screen Shot 2018-06-13 at 1.33.55

Ini adalah sama dengan Lexicomp, makanya hasilnya sama seperti ini.

Screen Shot 2018-06-13 at 1.34.58

So, ga perlu buka ISO dan MIMS lagi dong. Hari gini semua udah online, kedua buku itu mungkin masih terpakai buat nyocokin nama merek dagang obat Indonesia dengan kandungan zat aktif. Setelah itu ketemu, lanjut online ke sini dan gali informasi yang sangat kaya tersebut.

Semoga bermanfaat!

Lampiran daftar obat off-label

Aspirin Thrombolitik Propanolol Tiroid
Amitriptilin; Gabapentin Neuropatic pain Siproheptadin Nafsu makan
Karbamazepin Neuropatic pain Prednison Hodkin disease
Diazepam/Klordiazepoksid Muscle relaxant Levamisol imunomodulator
Sukralfat-H2 bloker (Ranitidin-simetidin dll) Stress ulcer N-Asetilsistein Antidot parasetamol
Metronidazol Bakteri anerob-sterilisasi kolon-antibiotik propilaksis Sefalosporin-Ampisilin-Metronidazol parenteral >> Antibiotik profilaksis
Laktulosa Sterilisasi kolon Piridoksin Antidot INH
Misoprostol uterotonik MgSO4 injeksi preklamsia
Alukol / CaCO3 Pengikat fosfat Asetazolamid Glaucoma
Terazosin-Doksasozin, Alfusozin, Talmusozin dll Prostat Deksametason inj Oedema otak
Metoklopramid, Domperidon Laktagoga Nimodipin stroke
Terbutalin-Ritodrin-Asam Mefenamat-Aspirin-Vit E –isoksuprin-dll Tokolitik Aspirin, Selekoksib Kanker kolorektal
Azitromisin-Klaritromisin eradikasi H. pylori NSAID Alzheimer
Metformin; Pioglitazon; Rosiglitazon Polycystic Ovary Syndrome Bromokriptin Parkinson
Simvastatin, dll -statin Juga untuk cegah osteoporosis
Advertisements

One thought on “Cara mencari informasi obat off-label

  1. pak, saya mau tanya sebenarnya sudah ada atau belum penelitian tingkat penggunan obat-obat off label di Indonesia??? atau aturan mengenai penggunaan obat off label ini. mohon penjelasannya, pak. kalo bisa link jorunal/artikel nya agar menambah pengetahuan saya, terimaksih,pak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s