Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

ANALISIS SWOT KALBE FARMA

37 Comments


logo kalbe

Oleh: Ratna Budi Phebriana, Aditya Fitriasari, Sarmoko

Latar Belakang

PT. Kalbe didirikan pada pertengahan tahun 1960 oleh Dr. Boenjamin Setiawan, Ph.D dan Franciscus Bing Aryanto yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesadaran kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kemudian mereka memutuskan untuk mendirikan Kalbe yang berfokus pada bisnis farmasi. Dr. Boen adalah seorang dokter dan ahli farmakologi yang sangat paham tentang dunia farmasi, sedangkan Bing yang merupakan saudara Dr. Boen sangat jeli dalam melihat kesempatan mengembangkan bisnis Kalbe. Bing juga memiliki jaringan bisnis dan relasi yang luas. Kalbe berawal dari garasi kecil di Tanjung Priok di Jakarta utara. Sekarang ini, Kalbe dikenal sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar, yang menduduki peringkat ketiga dari 20 perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara.

Profil Perusahaan

PT Kalbe Farma Tbk adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1966. Visi Kalbe adalah menjadi dominan dalam bisnis kesehatan di Indonesia dan menjadi pemain dalam pasar global dengan brand yang kuat, peningkatan melalui manajemen yang bagus dan teknologi canggih. Misi Kalbe adalah meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Nilai utama dari Kalbe adalah integritas, kerjasama yang kuat, inovasi, agility dan memberikan yang terbaik untuk konsumen.

Ada banyak faktor yang mendukung, menstimulasi dan mempercepat kemajuan Kalbe. Pada dasarnya ada 4 kunci sukses yang membuat Kalbe mampu berprestasi, yaitu:

  1. produk inovator yang bervariasi,
  2. strategi marketing yang solid,
  3. komitmen yang tinggi pada Research and Development
  4. sumber daya manusia yang reliabel.

Contoh produk – produk Kalbe Farma antara lain:

produk kalbe

ANALISIS SWOT KALBE FARMA

Strength/ Kekuatan

swot kalbe

Kalbe merupakan market leader untuk produk kesehatan masyarakat dan market leader untuk produk ethical. Produk-produknya merupakan leading brand dengan berbagai segmentasi pasar yang spesifik. Selain itu produknya merupakan inovator, dengan mengembangkan obat-obatan serta rumusan kimia baru baik dengan kemampuan sendiri ataupun melalui aliansi strategis dengan mitra internasional. Serta banyak menghasilkan produk-produk baru yang berbasis teknologi tinggi.

swot kalbe 3

Pada tanggal 16 Desember 2005, Manajemen Kalbe telah berhasil melakukan penggabungan usaha dengan Dankos dan PT Enseval (”Enseval”) menjadi satu perusahaan dalam rangka menciptakan satu perusahaan farmasi tercatat dan terbesar di kawasan Asia Tenggara. Penggabungan usaha ini akan memberikan peluang bagi masa depan Kalbe dalam meningkatkan efisiensi serta efektivitas.

Merger yang melibatkan PT Enseval sebagai superholding dan tiga anak perusahaan yang terdaftar di BEJ tersebut — Kalbe Farma, Dankos Laboratories (DNKS), Enseval Putera Megatrading (EPMS) — sekaligus membentuk perusahaan yang betul-betul terintegrasi. Secara horisontal, Kalbe “baru” menawarkan rentang produk yang jauh lebih luas, mulai dari berbagai bentuk obat dan makanan kesehatan sampai suplemen dan minuman berenergi. Secara vertikal, mereka melakukan kegiatan dari pengadaan bahan baku, manufacturing produk jadi, pemasaran, sampai penjualan dan distribusi.

Kalbe memiliki pengalaman yang cukup panjang dan dari segi finansial, pendapatan kalbe meningkat sekitar 18% per tahun.

swot kalbe 4

Manajemen Kalbe memiliki personel yang berpengalaman, termasuk di dalamnya mantan dirjen BPOM dalam mengembangkan, memproduksi, pemasaran dan menjual produk-produk kesehataan dan farmasi. Dilengkapi dengan tim yang solid dan kerja sama yang baik antardepartemen internal dan hubungan yang erat dengan mitra , PT Kalbe Farma Tbk semakin mengukuhkan diri dalam jajaran perusahaan besar di Indonesia.

Pada bagian produksi, Kalbe memiliki 7 GMP (Good Manufacturing Practice) yang telah berstandar international dengan 2 GMP tambahan yang masih dibangun. Komitmen Kalbe dalam hal ini telah diakui melalui serangkaian hasil pengujian badan sertifikasi.

Semua fasilitas produksi milik Kalbe dan Anak perusahaan telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001, sementara Kalbe, PT Dankos Laboratories Tbk. (”Dankos”) dan PT Bintang Toedjoe juga telah meraih sertifikasi ISO14001 serta OHSAS 18001/SMK3 (Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Kalbe dan Dankos secara konsisten berhasil mempertahankan pencapaian yang amat memuaskan dalam penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yaitu nomor lima dan nomor dua diantara semua perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2005.

swot kalbe 5

Pada bagian distribusi, Kalbe memiliki tenaga pemasaran sebanyak 6000 personil dengan 1 juta outlet di seluruh Indonesia. Ditopang struktur bisnis yang cukup lengkap, yakni memiliki perusahaan distribusi dan jaringan rumah sakit yang mengusung merek Mitra Keluarga dan Mitra International, termasuk sekolah perawat.

Weakness/ Kelemahan

Ekspansinya ke non core-business, seperti ke bisnis property (PT Kalbe Land) dan pendidikan (STIE Kalbe). Ekspansi ini dapat mengakibatkan kurang fokusnya perusahaan dalam pengembangan bisnis farmasi.

Penjualan ekspor sampai dengan September 2005 bertumbuh sebesar 127,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan penjualan lokal bertumbuh dengan 28,6 persen. Meskipun ekspor tumbuh sangat besar, namun melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak dapat membawa keuntungan yang besar juga. Pasalnya, sekitar 90 persen bahan baku masih impor sehingga harganya juga melonjak. Akibatnya, persentase laba kotor (gross margin) hanya mencapai 54,3 persen. Hal ini disebabkan karena Komponen impor dari obat masih sangat tinggi, yaitu sebesar 90% dari bahan baku yang digunakan (bahan aktif dan bahan pembantu) serta sekitar 50% dari bahan pengemas yang digunakan.

Bahan aktif yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri jumlahnya tidak berarti dan belum bisa diperoleh dengan harga yang bersaing dibandingkan dengan sumber dari luar negeri. Upaya-upaya untuk meningkatkan self sufficiency di bidang pengadaan bahan baku sering terbentur pada permasalahan :

  • Banyaknya jenis bahan baku yang digunakan oleh industri farmasi (hingga 6.000 items) sehingga banyak pemakaian per item yang tidak memenuhi skala produksi ekonomis.
  • Masalah utama adalah pengadaan bahan baku untuk bahan dasar produksi lokal bahan baku yang terkait dengan :

i. Kurang berkembangnya industri kimia hulu yang bisa menopang pengadaan intermediates untuk bahan dasar pembuatan obat. Ketergantungan pada intermediates dari luar negeri hingga tingkat tertentu bisa mengurangi manfaat yang diperoleh dari sintesis lokal.
ii. Kurang adanya koordinasi antara industri terkait misalnya industri petrokimia dan industri farmasi. Sering terjadi industri farmasi mengalami kesulitan karena intermediate-nya tidak bisa dibuat lokal.

Kelemahan pada dasarnya industri farmasi memang merupakan industri yang knowledge intensive dan highly regulated tetapi aspek regulasi industri farmasi di Indonesia dirasa cukup berat yang bersumber dari :

  • Policy yang ada dibuat dengan semangat pengawasan dan bukan pengembangan;
  • Pelaksanaan yang terasa lamban karena ketidakseimbangan antara jumlah pengawas dari pemerintah dengan pihak swasta yang harus dilayani.

Mata rantai lain yang merupakan bagian dari aspek pemasaran dan distribusi hasil produksi industri farmasi masih belum seimbang baik secara kualitatif dan kuantitatif:

  • Misalnya ratio dokter perpopulasi di Indonesia sekitar 140 dokter untuk 1 juta penduduk.
  • Jumlah apotik (drug store) saat ini berjumlah sekitar 6.000 buah yang terkonstrasi di kota-kota untuk melayani rakyat Indonesia yang lebih dari 200 juta penduduk. Program pharmaceutical care juga belum berjalan dengan baik sehingga mengurangan pemanfaatan obat secara optimal di masyarakat.
  • Distributor yang jumlahnya cukup banyak tetapi tidak mempunyai jangkauan yang luas dan network yang efisien sehingga biaya distribusi relatif mahal.

Opportunity/ Peluang

swot kalbe 6

Pertama, besarnya penduduk Indonesia dan masih rendahnya konsumsi obat perkapita menyebabkan pasar potensial yang bisa dikembangkan. Peluang untuk masuk ke 6 pasar utama di Asia Tenggara dengan populasi mencapai 500 juta atau kira-kira 8% dari populasi dunia. Total pasar ini lebih dari $890 milyar pada GDP dan kemungkinan akan tumbuh 5% per tahun selama 5 tahun ke depan. Konsumsi produk farmasi termasuk resep dan OTC diperkirakan 7 milyar dan berkembang menjadi 13% dari 2005 sampai 2010. Serta terbukanya peluang ekspor sebagai akibat dari penurunan nilai rupiah dan pelaksanaan Good Manufacturing Practice yang baik di Indonesia.

Tahun 2000, Kalbe mulai memberi perhatian lebih besar pada pasar internasional. Awalnya, perusahaan melempar produk ke pasar ASEAN, seperti Malaysia dan Singapura. Kemudian, sayap bisnis ekspornya pun melebar ke Afrika Selatan. Hal ini dibuktikan Kalbe dengan menerapkan strategi-strategi. Strategi pertama, trading based, yakni pihak Kalbe menunjuk distributor lokal di negara-negara tujuan ekspor. Kerja sama ini sangat simpel karena sebatas aktivitas jual-beli saja. Namun, lewat jaringan para trader ini produk-produk Kalbe ada di banyak negara, seperti Pakistan dan Iran, padahal Kalbe belum memiliki mitra distribusi di negara-negara tersebut. Strategi kedua, marketing based. Kalbe membangun kantor perwakilan di setiap negara tujuan yang dari hasil survei internal berpotensi bagi pengembangan produk ekspornya. Saat ini ada 8 kantor perwakilan Kalbe di beberapa negara, seperti Malaysia (untuk pasar Singapura dan Malaysia), Myanmar, Kamboja, Vietnam, Filipina, Sri Lanka dan Thailand. Mereka bertugas melakukan aktivitas pemasaran, memonitor pasar dan melakukan survei. PT Kalbe Farma berencana membangun pabrik Orange Kalbe Limited di Nigeria. Pembangunan pabrik ini untuk memperkuat pangsa pasar di Afrika Barat. “Nigeria akan dijadikan sebagai basis dari pemasaran produk-produk Kalbe Farma,” kata Dirut PT Kalbe Farma Johannes Setijono. Rencananya pabrik itu akan digunakan untuk memproduksi obat-obat OTC (obat tanpa resep) dan minuman energi.

Kedua, kecenderungan berkembangnya Sistem Penanganan Kesehatan yang wajar yang dapat menyalurkan tenaga dokter termasuk dokter spesialis yang dibutuhkan.

Threat/ Ancaman

  1. Adanya kompetisi internal yang cukup keras. Sesuatu yang diistilahkannya “perang saudara” terutama terjadi di jalur pemasaran. Lebih spesifik lagi, di produk-produk farmasi yang berada di kategori yang sama. Di obat flu, misalnya, Kalbe memiliki Procold sementara Dankos Laboratories punya andalan yang cukup ampuh, Mixagrip. Lantaran Kalbe dan Dankos bisa saling melihat data masing-masing, mereka bisa saling menjatuhkan.
  2. Adanya krisis ekonomi telah membuat daya beli obat rakyat Indonesia menurun sehingga mengancam kelangsungan hidup industri farmasi nasional terutama untuk pasar lokal.
  3. Diberlakukannya Undang-Undang Paten 1997 dan direvisi tahun 2001, industri farmasi Kalbe Farma, yang terbiasa mengandalkan pengembangan produk-produknya pada strategi copy cat produk-produk baru yang masih dilindungi paten, menjadi sulit untuk mengembangkan produk-produknya.
  4. Legal sistem belum dapat menanggulangi obat palsu secara efektif sehingga harga obat menjadi lebih sulit dikontrol.
  5. Semakin luasnya pasar yang ingin dicapai, yaitu menembus pasar internasional akan semakin meningkat pula pesaing-pesaing bisnis farmasi. Kalbe mengakui jika produknya masih belum mampu bersaing dengan produk dari Amerika Serikat.

Berita terkait

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

37 thoughts on “ANALISIS SWOT KALBE FARMA

  1. ini sumber referensinya dari mana ya ?

  2. terimakasih pak
    pak bisa minta penjelasan tetntang persaingan produk kalbe itu sendiri pak?

    • banyak kok produk kalbe yang saling saingan misal waisan dan promag, mixagrip dan procold? di analaisis sendiri saja ya…

  3. mksh ats infonya ..
    saya bsa mngerjakan tgas ekonomi kesehatan dengan baik🙂

  4. salut tentang analisis swot kalbe farma akan tetapi saya minta tolong yang lebih pesifik tentang marketing mix kalbe tersebut…..

  5. mas bole tau strategi SO nya juga?? buat tugas saya..makasii

  6. gan saya minta datanya ya

  7. gan…ijin sedot ya buat tugas
    link sumbernya ane cantumin koq….
    gimana??

  8. Alhamdulillah…trima kasih skali nie Mr.Moko, analisis SWOTnya menjadi bahan utk memenuhi tgs Manajemen Strategik-MM.SDM

  9. thanks ea….berkat artikel ini tugas aku bisa selesai…..tapi boleh nggak aku minta strategi marketing mix..tolong kirim di alamat e-mail saya…terima kasih..

  10. thnx bwt artikel’y ya, penulis . .
    jd tugas manajemenku sLesai dech

    Like this

    (^__^)

  11. Mas mok, minta sumber n referensinya ya, biar bisa ngelink ke swot lain. Smoga bisa membantu. Maturnuwun

  12. artikel ny ngebantu banget..
    makasi banyak buat penulis2 ny
    it aja…

  13. Pingback: tugas management strategik 3 « Linda mellody's Blog

  14. makasi nge bantu bgt buat tugas uas ni..
    minta tolong donk puny ga tqm n bsc dr kalbe farma??
    thx

  15. mas bisa bantu saya analisis Ekonomi-politik-sosial budaya pada perusahaan kalbe farma ini
    Dan analisis INdustri serta Fungsional perusahaan pada perusahaan ini…

    terimakasih..

  16. mas..bisa tlg bantu saya ttg strategic marketing plan and sales objectives salah 1 produk kalbe farma..

  17. thx y.
    artikelnya bantu aq buat bikin makalah utk mata kul metopen aq ^^
    tp kl bs, aq minta info lengkapnya lg y, spt pesaing kalbe farma (&pnjelasan ttg itu) dan fokus pasarnya..
    kl ada tolong krm ke email juwita_ph@yahoo.com y.. tenkiu^^

  18. jgn lupa cantumin di referensi ya … he..he..

  19. thx yc
    artikel lw n9bntu wd tugas ekonomi w
    99742836

  20. Terima kasih mas….
    Saya bisa minta Analisis SWOT dan Matriksnya untuk kalbe farma yang lengkap nggak? Kalo yang Grand strategy ada nggak mas?
    Terima kasih sebelumnya. ^^

  21. Maaf sebelumya, saya bukan tim dari kalbe. ini juga tugas mata kuliah kok. Tetap semangat ya Pak !!

  22. Trm kasih pd tim kalbe farma yang telah menyajikan Analisis Swot nya, tp saya masih minta tlng lagi pada PT Kalbe Farma untuk dapat menyajikan lanjutanyaa berkaitan dengan planning,implementasi,anggaran,matrik, serta evaluasi kedepan,mhn dibantu y pak/ibu untuk tugas perkuliahaan terima kasihhh,,wasss

  23. Alhamdulillah ada. Okk tunggu ya..
    mau SMK 3 di industri farmasi mana nih?? aku punya banyak databased-nya.

  24. kalo implementasi Keselamatan Kerja ( SMK3 ) di Pabrik Farmasi punya ndak kalo ada tolong kirimi ya tks .

  25. thankz ya artikelnya
    banyak membantu dalam pembuatan tugas manajemen strategiku…

  26. kalo urutan peringkat, sy punya tapi tahun 2005/2006. mau??

  27. tolong sediakan analisis SWOT matriknya. atau tolong kirim analisis swot matrik ke e-mail saya

  28. hallo apakah punya urutan perusahaan farmasi besar di indonesia?

    terimakasih,
    fey

  29. Impressive. 2 thumbs up

  30. oh, kalo ini sebenernya buat Tugas paper Mata kuliah Manajemen Pemasaran mbak. tapi kok, ternyata bikin asik n ketagihan. ternyata ketika “proses” bikin,dapet banyak pasokan ilmu baru.
    semoga artikel ini membantu rekan-rekan yang berminat ttg marketing farmasi.

  31. Analisis ini digunakan untuk apa ya ?

    Nofa

  32. Pingback: Analisis SWOT PT Sanbe Farma « Moko Apt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s