Moko Apt

Menebar Ilmu Pengetahuan

Memanfaatkan Fasilitas IT Kampus

Leave a comment


Oleh : Raditya Prima Istiaji

Apalah arti sebuah ilmu jika ilmu tersebut tidak pernah dipelajari. Ungkapan tersebut sekiranya dapat menggambarkan alasan mengapa seminar IT diselenggarakan. Seminar yang bertempat di Fisipol, Minggu (23/9) yang lalu telah banyak membuka wawasan pesertanya. Seminar membahas tentang Teknologi Informasi di kampus dan pengoptimalan pemanfaatannya oleh sivitas akademika.

Sesi pertama di sampaikan oleh Dendi Pratama, mengulas seberapa besar potensi dari Teknologi Informasi bagi kita. Sebenarnya, mahasiswa bisa memanfaatkan internet secara lebih yaitu dalam mengikuti perkembangan informasi teknologi dan ilmu pengetahuan. Tapi kenyataannya sampai saat ini pemanfaatanya belum optimal. Secara tidak langsung, hal inilah yang menyebabkan tertinggalnya bangsa kita dari bangsa Barat yang menguasai teknologi informasi. Salah satu buktinya misalnya dalam mengakses media pengindraan jauh melalui satelit yang sekarang dapat diakses oleh khalayak umum melalui Google Earth. Pada kenyataannya teknologi serupa sudah digunakan intelijen Amerika lima puluh tahun yang lalu. Bahkan, kini telah berkembang sehingga dapat mengidentifikasi warna pupil dari seseorang yang sedang melihat ke angkasa.

Selain itu, diterangkan juga potensi dari jaringan internet yang dapat menunjang kemampuan akademik dengan mengakses literatur-literatur ilmiah dan non-ilmiah yang dipublikasikan baik secara komersial maupun non-komersial. Sekarang kita sudah dapat memperoleh literatur dari buku secara lengkap tanpa membeli dengan mengakses website questia.com dengan berlangganan 99 $ US per tahunnya. Kita juga dapat mencari nomor katalog dari buku yang kita inginkan tanpa harus mencari dari rak ke rak buku di perpustakaan UGM melalui lib.ugm.ac.id. Mahasiswa UGM juga diberi layanan kemudahan dalam memperoleh bahan kuliah dari dosen melalui layanan website elisa.ugm.ac.id atau i-elisa.ugm.ac.id. Bahkan, kita juga dapat membuat e-mail dan web pribadi di UGM melalui website mail.ugm.ac.id, tetapi sebelumnya harus menyerahkan fotokopi KTM ke gedung PPTIK yang terletak di utara gelanggang mahasiswa.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Mas Ahlul, mahasiswa Elins 2003 yang namanya sudah banyak dikenal di dunia maya sebagai pembuat antibrontok dan antivirus lainnya.. Dalam kesempatan kali ini, Mas Ahlul memberikan informasi dalam mengenal perangkat keras (hardware) sebagai pertimbangan sebelum membeli membeli laptop atau PC yang baik dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. “Kalian gak usah takut untuk mencoba, justru dari kesulitan itulah kita belajar”

Demikian pesan Mas Ahlul yang juga berhasil memenangkan penghargaan dari Menpora lewat karyanya yaitu software yang mampu mengeblok situs porno di internet.

Seminar IT yang diadakan oleh Gama Cendikia dan JMF ini bertujuan membuka wawasan mahasiswa UGM dalam bidang informatika. Sebagai seorang mahasiswa yang merupakan “agent of change” diharapkan untuk tidak membatasi pada ilmu yang sedang dipelajarinya di fakultas tetapi perlu juga untuk mengambangkan wawasan, soft skill dan kemampuan lainnya, termasuk mengikuti teknologi informasi. “Sebagai seorang mahasiswa kita jangan mengkotak-kotakkan ilmu kita dengan hanya mempelajari kuliah saja. Sebaiknya kita juga menguasai ilmu yang lain” ujar Dendi Pratama di akhir acara yang sekaligus sebagai presiden Gama Cendikia.

Author: admin

menebar ilmu pengetahuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s