Kamis, 09 Maret 2006
Oleh :
Kami telah membaca artikel Majalah SWA No. 4/23 Februari-8 Maret 2006, pada rubrik Tren dan Analisis Peristiwa, hlm. 18-20. Tulisan mengenai Sanbe ini cukup baik dan menarik.
Namun, perlu kami sampaikan bahwa kami berkeberatan dengan kalimat di bawah ini yang seolah-olah merupakan pernyataan langsung dari pihak kami. Kalimat yang kami maksud adalah
“… Bahkan, hampir 100% dari market size sebesar Rp 35 miliar per bulan dikuasai Otsuka,” ujar Manajer Penjualan Sanbe M. Bahlan. Di luar produk Otsuka, ia melanjutkan, sebenarnya ada beberapa merek infus lokal seperti Widatra. Namun, setelah ditelisik, “Ternyata masih di bawah payung Otsuka.”
Lalu, mengepa nekat?
“Sanbe ingin mencoba memproduksi infus yang berbeda dari produk yang sudah ada di pasaran dan lebih unggul kualitasnya,” tutur Bahlan diplomatis.
Sehubungan dengan itu, kami mohon agar SWA dapat meralat dan memberikan penjelasan mengenai penyebutan nama kompetitor dan kesan merendahkan produk orang lain tersebut pada rubrik Warkat di SWA nomor mendatang.
Wisnu Dewi
Manajer Pengembangan Bisnis
M. Bahlan
Manajer Penjualan Sanbe Infusion
*) Kalimat itu memang bukan kutipan langsung, tapi kami sarikan dari hasil wawancara per telepon dengan Bapak M. Bahlan, pada 7 Februari 2006. Tulisan tersebut dimaksudkan untuk menginformasikan kepada kalangan bisnis tentang peta pasar infus di Indonesia dan sama sekali tidak bermaksud mendiskreditkan pihak-pihak tertentu – Red.
KOMENTAR