Produk Farmasi Terlaris

Kamis, 15 April 2004
Oleh : Prih Sarnianto.

Produsen farmasi kita kembali membuktikan diri mampu jadi tuan rumah di negeri sendiri. Pada 2003, menurut data IMS yang dikeluarkan beberapa waktu lalu, 9 dari 10 produk terlaris adalah produk nasional. Hanya satu produk, Calcium D Redoxon, yang buatan pabrik farmasi asing. Vitamin C dosis tinggi dari Roche ini berada di peringkat ke-10.

Di posisi puncak berkibar Extra Joss dengan nilai penjualan Rp 664,07 miliar. Angka ini luar biasa ? bisa dipastikan akan sulit disalip dalam jangka waktu cukup panjang. Dibanding pesaing terdekatnya, Promag ? pada tahun yang sama membukukan penjualan Rp176,51 miliar ? uang yang didatangkan ?Si Biang? ke brankas Bintang Toedjoe itu hampir empat kali lipatnya.

Kendati demikian, sukses Extra Joss yang serba ekstra itu bisa dimengerti. Minuman berenergi dalam bentuk serbuk ini lebih mirip consumer goods ketimbang obat. Konsumen pun memersepsikannya bukan sebagai produk farmasi untuk si sakit, melainkan food supplement buat si sehat (yang populasinya jauh lebih banyak). Posisi yang menguntungkan ini membuat orang bisa ? bahkan merasa perlu ? mengonsumsinya kapan saja untuk memperoleh vitalitas ekstra. Kenyataannya, selain Extra Joss dua produk sejenis buatan Tempo Scan Pacific juga menduduki posisi terhormat: Hemaviton Jreng (peringkat ke-3, penjualan Rp158,49 miliar) dan Hemaviton Energy Drink (ke-6, Rp131,66 miliar).

?Kurang tepat membandingkan penjualan obat dengan produk konsumsi seperti Extra Joss,? ujar seorang eksekutif pemasaran. Apa yang dikatakan petinggi perusahaan farmasi ini ada benarnya. Namun, kalau produk minuman berenergi tersebut dikeluarkan, pertumbuhan industri farmasi juga tak akan kelewat mengesankan. Dengan penjualan produk konsumsi yang besar itu saja, pada 2003 pertumbuhan industri farmasi cuma 13,8% — jauh lebih rendah ketimbang angka prediksi 18%.

Di luar Extra Joss, perbedaan penjualan produk terlaris yang ada tak kelewat mencolok. Akan tetapi, masih ada hal lain yang menarik. Di antara produk terlaris yang mayoritas obat over the counter (OTC) ? boleh dijual bebas, tanpa melalui penulisan resep ? terdapat dua obat ethical. Salah satunya: Amoxsan, produk antibiotik bermerek dari Sanbe Farma yang dengan penjualan Rp101,49 miliar bertengger di peringkat ke-9. Mendominasi pasar produk ethical, Sanbe berhasil berkibar sebagai perusahaan farmasi terbesar dari segi penjualan selama beberapa tahun terakhir.

Produk ethical laris lainnya? Inilah yang tak disangka: Amoxycillin yang notabene obat generik. Antibiotik tanpa merek dagang yang menduduki peringkat ke-7 (penjualan Rp117,39 miliar) ini justru dari Phapros, perusahaan farmasi yang lebih dikenal dengan produk Antimo dan Livron B Plex.

Masuknya dua produk antibiotik dalam 10 Produk Farmasi Terlaris ini membuktikan bahwa, jika diupayakan dengan baik, produk ethical pun bisa jadi mesin uang yang besar. Ini memberikan keuntungan ganda, karena cengkeraman pasar obat ethical biasanya lebih kencang, sehingga penjualannya lebih sulit digoyang turun ketimbang obat OTC.

(swa)
URL : http://202.59.162.82/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=405

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 165 other followers

%d bloggers like this: