Menebar Ilmu Pengetahuan

Age-related Macular Degeneration (AMD)


AMD adalah penyakit degenaratif di mana terjadi kehilangan progresif dari sel-sel retina, yang mengakibatkan hilangnya penglihatan sentral. Ini adalah salah satu penyebab utama kebutaan pada penderita usia 50 tahun atau lebih. Terdapat dua tipe dari AMD yaitu AMD Kering dan AMD Basah. AMD kering adalah AMD yang paling umum terjadi (90%). Terdapat kehilangan sel-sel retina yang berdampak pada hilangnya penglihatan sentral secara perlahan-lahan.

AMD basah juga dikenal sebagai AMD eksudatif atau neurovaskular. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah abnormal di bawah retina di makula. AMD basah biasanya timbul dari AMD kering yang sudah ada sebelumnya. Pembuluh darah abnormal menyebabkan kebocoran darah, cairan, lipid dan protein, yang mengakibatkan gangguan struktur normal retina. Jika tidak diobati, jaringan parut terbentuk di bawah makula dan penglihatan sentral secara permanen hancur.

Gejala yang paling umum dari AMD kering adalah penglihatan secara berangsur-angsur menjadi kabur. Biasanya cahaya lebih diperlukan untuk melihat hal-hal lebih jelas dan kontras warna tidak sebaik seperti sebelumnya. Kegiatan seperti membaca menjadi semakin sulit. Ketika AMD kering berlangsung, penglihatan menjadi buram di daerah pusati (scotoma) dan ukuran dari penglihatan yang kabur di daerah ini dapat meningkat. Gejala AMD basah termasuk melihat garis lurus seperti bergelombang atau miring, cepat hilangnya penglihatan sentral dan titik kabur di pusat penglihatan.

Home test AMD

Jika terlihat garis bergelombang atau tidak jelas, atau jika kotak tertentu ada yang hilang atau tampak kabur, Anda mungkin menampilkan gejala AMD.

Merokok Faktor Risiko Terkuat AMD

Asap rokok merupakan faktor risiko terkuat menurut srudi epidemiologi yang telah dilakukan (Smith et al., 2011). Namun, kita tidak mengerti bagaimana kontribusi merokok terhadap AMD. Merokok dikaitkan dengan kerusakan oksidatif selama fase awal dari AMD mungkin memainkan peran penting. Pada tulisan ini akan dieksplorasi bagaimana merokok dan stres oksidatif pada epitel berpigmen retina/ retinal pigmented epithelium (RPE) mungkin berkontribusi terhadap AMD, dan bagaimana faktor transkripsi Nrf2 dapat mengaktifkan respon cytoprotective.

Saat ini perawatan yang dilakukan adalah menggunakan vitamin mikronutirien dosis tinggi, namun ini hanya memperlambat hilangnya penglihatan saja pada AMD kering, dan manfaat terapi ini hanya moderat. Akibatnya, dampak dari AMD pada masyarakat umum masih sangat buruk. Meningkatkan perawatan untuk membalikkan, mencegah, atau bahkan menunda timbulnya AMD kering tentu akan memiliki manfaat yang signifikan untuk individu dan masyarakat.

Sebagian besar penelitian telah terkonsentrasi pada AMD neovascular (basah), yang telah menghasilkan dalam pengembangan efektif perawatan menggunakan anti-VEGF. Terapi menggunakan anti-VEGF dengan menghalangi aksi VEGF, pertumbuhan dan aktivitas pembuluh darah. Ini karena stimulus bagi pertumbuhan pembuluh darah baru abnormal utamanya adalah faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF). Beberapa obat yang tersedia dan telah disetujui FDA adalah Pegaptanib Natrium (Macugen) dan ranibizumab (Lucentis). Sementara bevacuzumb (Avastin) adalah obat ‘off-label’ yang bisa disuntikkan ke rongga vitreous untuk tujuan pengobatan. Setidaknya diperlukan 3 suntikan diberikan setiap 4-6 minggu dan beberapa pasien mungkin memerlukan perawatan tambahan selama masa tindak lanjut.

Beberapa penelitian telah berfokus pada faktor-faktor yang penting dalam pengembangan AMD kering. Selain dari penuaan kronologis, merokok merupakan faktor risiko epidemiologi terkuat terhadap terjadinya AMD awal.

The HTRA1 gene encodes a secreted serine protease.

Referensi

Marisol Cano, Rajesh Thimmalappula, Masashi Fujihara, Norihiro Nagai, Michael Sporn, Ai Ling Wang, Arthur H. Neufeld, Shyam Biswal, James T. Handa, 2010, Cigarette smoking, oxidative stress, the anti-oxidant response through Nrf2 signaling, and Age-related Macular Degeneration, Vision Research, Volume 50, Issue 7, Pages 652-664

Smith and J. Assink, et al. Risk factors for age-related macular degeneration: Pooled findings from three continents. Ophthalmology,  108 4 (2001), pp. 697–704

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 60 other followers