Cetirizine : Incidal dan Ozen


Cetirizine merupakan antihistamin generasi kedua, merupakan antihistamin selektif, antagonis reseptor H1 periferal dengan efek sedatif (kantuk)  yang rendah pada dosis aktif farmakologi/dosis anjuran. Cetirizine menghambat pelepasan histamin pada fase awal dan mengurangi perpindahan sel radang/inflamasi. Cetirizin digunakan pada pengobatan alergi, hay fever (atau rinitis alergi: allergic inflammation of the nasal airways), angioedema, dan urtikaria (biduran).

Antihistamin masih menjadi pilihan pertama pengobatan rinitis alergi. Dianjurkan antihistamin generasi kedua seperti cetirizine (cetirizine diHCl), desloratadin, fexofenadin, levocetirizine, atau loratadin.  Obat-obatan ini memiliki efek kantuk yang rendah pada dosis anjuran, tidak menimbulkan rasa berdebar-debar dan penggunaannya cukup sekali sehari. Berbeda dengan generasi pertama misal CTM dan difenhidramin yang memiliki efek sedatif (mengantuk) hebat juga menimbulkan rasa berdebar-debar. Untuk para penderita asma, obat ini aman.

Cetirizine telah masuk ke dalam kategori Obat Wajib Apotek dari Badan POM sehingga dapat dibeli di apotek melalui resep dokter. Sediaannya saat ini terdiri dari kapsul yang mengandung cetirizine dihidroklorida 10 mg. Obat ini juga tersedia dalam bentuk sirup kemasan botol 60 ml, setiap 5 ml sirup mengandung cetirizine dihidroklorida 5 mg. Untuk dosis dan pemakaian, penggunaan obat alergi cetirizine sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan ke dokter. Tetapi setelah direkomendasikan oleh dokter, pasien biasanya boleh untuk kembali membeli resep yang sama sesuai anjuran.

Patel dkk (1997) melakukan penelitian untuk melihat efek cetirizine di HCl pada penderita urtikaria idiopatik kronik (biduran). Dalam penelitian ini cetirizine di HCl dibandingkan dengan loratadine dan diberikan selama 14 hari. Ternyata cetirizine di HCl menurunkan gejala urtikaria berupa bentol-bentol kemerahan lebih besar dibandingkan dengan loratadin. Pengurangan bentol-bentol dengan cetirizine di HCL mencapai 95%, dibandingkan 70% dengan loratadine. Sedangkan kemerahan berkurang 90% pada penerima cetirizine di HCl dibandingkan 62 % pada penerima loratadine.

Interaksi obat, hindari penggunaan dengan isocarboxazid dan tranylcypromine (suatu antidepresan MAOI). Seperti pemakaian antihistamin lainnya, disarankan untuk tidak mengkonsumsi alkohol. Untuk wanita hamil, obat ini masuk dalam kategori B artinya Cetirizine hanya boleh diberikan, bila benar-benar diperhitungkan keuntungan lebih besar dari kerugiannya. Sedangkan untuk wanita menyusui sama sekali tidak direkomendasikan karena dapat diekskresi melalui ASI. Obat ini juga dikontraindikasikan bagi pasien yang memiliki gangguan ginjal.

Merek terkenal dari obat yang mengandung cetirizin adalah Incidal OD. Tiap kapsul mengandung cetirizine dihidroklorida 10 mg. Tiap 5 ml sirup mengandung cetirizine dihidroklorida 5 mg. Apa beda Incidal dan Incidal OD? Incidal (tanpa OD) adalah incidal yang lama, sedangkan yang OD artinya adalah one day, artinya cukup diminum satu kali sehari (lebih praktis). Obat ini diproduksi oleh Bayer Schering Pharma, yang konon kabarnya cukup mahal harganya namun tetap saja laris manis di apotek.

Bagaimana penggunannya berdasarkan usia? Untuk dewasa dan anak-anak > 12 tahun minum 1 kapsul atau 2 sendok takar (tsp), untuk anak-anal usia 6-12 tahun minum 2 tsp, 2-6 tahun (atau bobot kurang dari 30 kg) 1 tsp, usia 1-2 tahun minum 1/2 tsp. Sedangkan bayi 6 bulan-1 tahun minum 1/2 tsp (tidak direkomendasikan digunakan lebih dari 1 minggu). Semua dosis tersebut diambil satu kali sehari. Pemberian bisa dilakukan dengan atau makanan, tidak apa-apa.

Efek yang tidak diinginkan dari penggunaan obat ini antara lain sakit kepala, rasa kantuk, agitasi, mulut kering dan rasa tidak enak pada lambung (bersifat ringan dan sementara). Pada beberapa individu dapat terjadi reaksi hipersensitivitas termasuk reaksi kulit dan angioedema. Selama penggunaan obat ini hindari konsumsi alkohol (kadar lebih dari 0,8%) karena bisa menyebabkan interaksi obat. Konsentrasi cetirizin tidak terpengaruh pada pemberian bersama simetidin.

Sebelum menggunakan obat ini mohon berhati-hati jika anda mempunyai gangguan ginjal atau hati, konsultasikanlah dengan apoteker atau dokter terlebih dahulu. Selama penggunaan, tidak boleh mengemudi atau menjalankan mesin yang memerlukan ke-awas-an tinggi.

Simpan obat pada suhu ruang antara 20-25 derajat celcius, jangan simpan obat di kamar mandi, hindari dari jangkaun anak-anak dan bintang.

Berbagai nama dagang obat yang berisi Cetirizine (wow banyak sekali)

No Nama merek Perusahaan Harga
1 Betarhin Mahakam Beta Farma Tablet 10 mg x 20’s (Rp60.000)Sirup 60 mL x 1’s (Rp33.000)Oral drop 30 mL x 1’s (Rp36.000)
2 Cerini Sanbe Kaplet 10 mg x 2 x 10’s (Rp53.300)
3 Cetinal Kalbe farma Tablet kunyah 10 mg x 3 x 10’s (Rp130000)
4 Cetirizine OGB Kimia Farma Tablet 10 mg x 3 x 10’s (Rp13.200)
5 Cetrixal Sandoz Tablet 10 mg x 5 x 10’s (Rp133.000)
6 Cetrol Solas Kaplet 10 mg x 5 x 10’s (Rp132.400)
7 Estin Gracia Pharmindo Tablet 10 mg x 2 x 10’s (Rp50.000)Sirup5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp30.000)Oral drop 10 mg/1 mL x 10 mL x 1’s (Rp37.000)
8 Falergi Fahrenheit Tablet 10 mg x 60’s (Rp150000)Oral drop 10 mg/1 mL x 20 mL x 1’s (Rp45000)
9 Histrin Ferron Tablet 5 mg x 30’s (Rp110000) 10 mg x 3 x 10’s (Rp150000)Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp37950)Oral drop 10 mg/1 mL x 20 mL x 1’s (Rp47800)
10 Incidal OD Bayer Schering Pharma Kapsul 10 mg x 5 x 10’s (Rp97.000)Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp27.000)
11 Intrizin Interbat
12 Lerzin Ifars Kapsul 10 mg x 5 x 10’s (Rp57200)Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp11484)
13 Nichorizin FM Nicholas 10 tab: (Fast-Melt) 10 mg x 2 x 10’s (Rp86000)5 kaspul Fast-Melt) 5 mg x 2 x 10’s (Rp50000)
14 Ozen Pharos Tablet 10 mg x 30’s (Rp122100)Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp49500)Oral drop 10 mg/1 mL x 12 mL x 1’s (Rp56210)
15 Rinocet Meprofarm Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp45000)
16 Risina Tempo Scan Pacific Tablet 10 mg x 2 x 10’s (Rp43700)Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp27000)
17 Ritez Dexa Medica Tablet 10 mg x 3 x 10’s (Rp69000)Sirup 5 mg/5 mL x 60 mL x 1’s (Rp37950)
18 Rydian Guardian Pharmatama
19 Ryvel Novell Pharma
20 Ryzen UCB Pharma
21 Ryzicor Pharmacore
22 Ryzo Soho
23 Tiriz Lapi
24 Zenriz Pyridiam

Referensi

Patel, P., Gratton, D., Ekstein, G., Aberer, W., Prybilla, B., Chelly, M., Danzig, M., 19997, A double-blind study of loratadine and cetirizine in atopic dermatitis, Journal of Dermatological Treatment 8(4), 249-253

About these ads

About admin

menebar ilmu pengetahuan

Posted on 05/14/2011, in ARTIKEL SERI, Perbandingan Farmakoterapi and tagged , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Sy gatal2 sperti alergi dingin,debu,sy gk th knp kok bs,pdhl dl gk,hmpr stngh thn sy mnderita alergi ini,stiap kali sy mnm cetirizine smbh nmn hny 3-4 hr trs kambuh lg,bgmn ini,hdp jd gk nymb,gelisah.

  2. apakah obat ini aman untuk di konsumsi penderita cacar air?? kalau aman,berapakah dosisnya ??.terima kasih

  3. saya mau nanya ni ,, klo loratadine ap saja kandungannya ??

  4. Oh, ternyata antihistamin toh.. kira2 bagusan mana ya cetirizine dengan desloratadin? soalnya saya pernah minum keduanya.. dan perbedaaanya apa

    Thks

  5. kenapa ya pak, kLo di buku sejenis ISO n MIMs dibilang cetirizin ESOnya ngantuk, malah Loratadin yg nda punya ESO mengantuk,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 161 other followers

%d bloggers like this: