Kalbe Farma: Produsen Obat yang Melegenda


Oleh: Sarmoko

Tentu dari Anda semua tentang produk Promag. Produk yang juga melegenda ini merupakan salah satu produk andalan Kalbe Farma yang juga melegenda. PT Kalbe Farma menjadi perusahaaan farmasi terbesar di Asia Tenggara lewat penggabungan Dankos dan Enseval. Total penjualan Kalbe Farma Rp 5,87 Trilliun pada tahun 2005 (total pasar tanah air 23,608 T).
Kalbe memproduksi obat ethical (resep dokter), obat OTC (over the counter), dan makanan kesehatan. Beberapa produk Kalbe yang terkenal misalnya Procold (obat flu), Kalpanax (obat panu), Promag (obat maag), Neo-entrostop (obat diare), Woods (obat batuk), Milna (bubur bayi), dan puyer 16 Bintang Toedjoe (obat sakit kepala).

Nama besar Kalbe tak bisa dipisahkan dari nama besar lain dibelakangnya yaitu Boenyamin Setiawan Ph.D kelahiran Tegal, 23 September 1933. Dokter lulusan FKUI tahun 1958 meraih gelar doktor (S3) tiga tahun kemudian (1961) bidang farmasi dari California University, Sanfaransisco, AS.

Mimpinya untuk membuat produk farmasi sempat dua kali gagal. Setelah bahu-membahu dengan kakak dan adiknya ia berhasil menmbangun Kalbe. Dokter Boen-demikian panggilan akrabnya- kini menjabat sebagai Presiden Komisaris, sementara Presiden Dokter dijabat oleh Johannes Setijono.

Tahun 1960-an perusahaan farmasi di Indonesia masih sangat sedikit. Yang tergolong besar mungkin baru 2 – 3 buah. Belum ada perusahaan asing karena kebijakan pemerintahan Bung Karno yang anti-asing ketika itu. Walau demikian, produk obat asing sudah banyak beredar namun harganya sangat mahal. Kalbe didirikan pada tahun 1966.

Sebagai dokter dan farmasis, beliau tahu betul obat-obat apa yang dibutuhkan masyarakat Indonesia. Masalah perizinan tidak ada hambatan karena pada waktu itu untuk mendirikan perusahaan farmasi sayarat-sayaratnya mudah sekali. Dengan sejumlah kompor dan panci-panci, beliau dan saudara-saudaranya membuat sirup obat. Pabrik terletak di Tanjong Priok, Jakarta utara di sebuah bangunan bekas bengkel.Di Kalbe Farma, disadari SDM menduduki posis yang sangat penting. SDM Kalbe harus DJITU.

D – Disiplin dan Dedikasi
J – Jujur dan Jeli
I – Inovatif dan Inisiatif
T – Tulus dan Tanggung Jawab
U – Ulet dan Unggul

Ini sesuai dengan misi Kalbe yaitu Meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Masyarakat bisa membeli obat-obat OTC dengan mudah dengan harga yang terjangkau. Kalbe Farma memiliki 1 juta outlet untuk mendistribusikan produk Kalbe dan 115 produsen obat lain ke seluruh Indonesia. Jumlah karyawan sebanyak 4000 orang yang tersebar di 60 kantor cabang pemasaran dan 40 kantor cabang distribusi.

Tahun 2005, Kalbe meluncurkan beberapa produk baru OTC seperti X-Cel, Cerebrofit Active, Star Muni, Kalysmon Prima, New Komix, New Extra Joss, Cerebrofort dan Caxon Enace dan Mextril Syrup. Diperkenlkan juga sari buah merah Wonder Red (PWR) dan Saka Herbamed 2 in 1 (PWR plus madu). Jmlah produk OTC Kalbe yang beredar saat ini sekitar 30 item.

Kalbe juga masuk ke pasar makanan kesehatan dengan Health Food Division. Dipercaya nutrisi yang baik penting bagi pemeliharaan kesehatan yang prima. Anak – anak adalah masa depan bangsa dan negara, nutrisi yang baik perlu diberikan sejak dini agar anak-anak sehat dan cerdas. Makanya, Kalbe membuat paket produk untuk bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui. Juga membuat produk nutrisi untuk penderita diabetes, hepatitis dan pasien di RS.

Kalbe telah melebarkan sayap ke pasar internasional. Ada 8 antor perwakilan di Asia dan Afrika yaitu Malaysia, Filipina, Kamboja, Srilanka, Afrika Selatan, Nigeria, dan Zimbabwe. Di Njgeria ada oeraturan baru dari pemerintah setempat yang mengharuskan obat-obatan di negara itu diproduksi oleh perusahaan dalam negeri. Oleh karena itu, Kalbe telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan Orange Drugs Co.Ltd untuk mendirikan perusahaan patungan.

Untuk melanjutkan upaya memperluas produksi obat-obatan, Kalbe manandatangani lebih banyak perjanjian kerja sama strategis dengan perusahaan farmasi dan makanan kesehatan multinasional. Terutama perusahaan yang memegang paten atas suatu bahan aktif yang diperlukan dalam memproduksi obat resep vital.

Sumber: diadaptasi dari OTC Digest, Edisi 2, Tahun I, Oktober 2006

Artikel Terkait:

Analisis SWOT Kalbe Farma

About these ads

About admin

menebar ilmu pengetahuan

Posted on 04/30/2009, in PHARM MARKETING and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. salut deh buat kalbe

  2. Emang bener kalau KALBE memiliki Intangible asset yang kuat. Dengan prinsip continuous improvement maka tiap karyawan dari atas sampai jajaran bawah wajib selalu melakukan upaya perbaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 154 other followers

%d bloggers like this: